"Tahun ini saya berkurban dua ekor sapi. Daging-daging sapi yang sudah dipotong ini akan diberikan ke panti asuhan yang ada di Pontianak," ujar Satarudin saat melihat pemotongan sapi yang dilakukan di Parit Maksum, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (10/7).
Ia menuturkan, setelah pemotongan sapi, selanjutnya akan dipotong untuk diambil dagingnya. Kemudian dibagi perkilogram untuk diantar ke panti asuhan yang sudah ditentukan.
Satar mengatakan, momentum Idul Adha menjadi momen kesemua umat muslim untuk belajar iklas. Sebagaimana kisah nabi Ibrahim dengan anaknya Ismail.
Pada kesempatan itu, ia juga mengatakan mudah-mudahan diperayaan Idul Adha tahun ini kasus covid 19 segera turun. Sehingga aktivitas masyarakat di Kota Pontianak bisa normal kembali.
Diketahui dua tahun Kota Pontianak dilanda pandemi covid 19. Banyak sektor lumpuh. Tak hanya itu, aktivitas masyarakat juga banyak tak bisa dilakukan. Seperti salat berjamaah. Namun menurunnya kasus covid membuat pemerintah pelan-pelan meringankan aturan. Mulai dari salat berjarak, hingga saat ini, pelaksanaan ibadah bisa kembali normal dengan catatan wajib menjalankan protokol kesehatan.
"Idul Adha kita mengambil momentumnya. Belajar iklas. Mudah-mudahan segala persoalan yang tengah melanda negeri pelan-pelan bisa teratasi dan semua aktivitas dapat berjalan seperti semula," tandas Satar.(iza) Editor : Salman Busrah