Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Rute Pontianak-Kuching Bus Damri Beroperasi Lagi

Syahriani Siregar • Sabtu, 3 September 2022 | 13:25 WIB
PAKAN TERNAK: Salam warga Desa Teluk Pakadai membuat pakan ternak dari gulma air untuk ternak bebeknya. HARYADI/PONTIANAKPOST
PAKAN TERNAK: Salam warga Desa Teluk Pakadai membuat pakan ternak dari gulma air untuk ternak bebeknya. HARYADI/PONTIANAKPOST
PONTIANAK - Perum Damri mengoperasikan lagi bus rute Pontianak menuju Kuching, Malaysia, dan sebaliknya, sejak 1 September 2022. Hal ini dalam rangka memenuhi kebutuhan angkutan antarnegara setelah sempat ditutup akibat Covid-19.

"Kami siapkan lima unit bus yang akan diberangkatkan dari Pontianak-Kuching dan sebaliknya yang diberangkatkan pada pagi hari," kata Direktur Teknik Fasilitas Perum DAMRI Arifin di PLBN Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (2/9).

Pada Kamis (1/9), ujar Arifin, pihaknya telah memberangkatkan dua unit bus dari terminal antarnegara di Ambawang menuju Kuching, Malaysia.

"Kami tentunya sangat berterima kasih sekali kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga pelayanan bus kita ini bisa beroperasi kembali. Dan, mulai besok pelayanan bus sudah dapat dilakukan dengan dua arah dari kedua negara," ujarnya.

Arifin menjelaskan, seperti yang telah disepakati kedua belah pihak antara Indonesia dan Malaysia, bus DAMRI maupun bus Asia dari Sarawak dalam pelayanan selama satu bulan ini belum dapat dilakukan setiap hari.

"Pada Senin, Rabu, dan Jumat dilayani bus DAMRI, sedangkan Selasa, Kamis, dan Sabtu dilayani bus Asia. Untuk jam keberangkatan dari Pontianak, bus DAMRI ada yang berangkat pukul 07.30 WIB dan 09.00 WIB. Sementara, untuk keberangkatan dari Kuching, bus Damri akan diberangkatkan pukul 09.00 WIB dan 12.00 WIB, jadi dua unit dari Indonesia dan dua unit dari Malaysia," kata Arifin.

Sementara itu, Asisten Manajer Operasional DAMRI Cabang Pontianak Arief menambahkan untuk pelayanan bus antarnegara, pihaknya telah menyiapkan dua jenis pelayanan bus.
Untuk keberangkatan pagi pertama, pelayanan bus eksekutif dengan kapasitas 34 kursi dan untuk keberangkatan kedua dilayani bus limosin kelas di atas royal.

"Layanan limosin ini sengaja kami hadirkan setelah pandemi Covid-19 telah membaik. Di mana sebelumnya bus layanan limosin ini tidak kami adakan. Sementara untuk fasilitas yang disediakan di limosin, yakni cukup mewah dan kami harapkan ini bisa dinikmati selama dalam perjalanan oleh penumpang DAMRI," kata Arief.

Untuk hari Minggu, menurut dia, akan dilayani dengan skema transit bus.
"Ini sudah disepakati kedua belah pihak, bus DAMRI pada Minggu akan membawa penumpang dari terminal Pontianak hanya sampai PLBN Entikong saja, terus dilanjutkan dengan transit bus kita yang sudah menanti di PLBN. Begitu juga dengan bus Asia dari Sarawak, Malaysia," katanya.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Malaysia, Raden Sigit Witjaksono mengapresiasi pengoperasian bus express antarnegara, Indonesia-Malaysia dan sebaliknya yang sempat ditutup sebagai dampak Covid-19. Hal ini dinilai akan berdampak positif terhadap upaya pemulihan ekonomi kedua negara.

"Alhamdulillah dengan dukungan semua pihak, KJRI Kuching terus mendorong dan melakukan upaya perbaikan kondisi ekonomi, salah satunya dibukanya transportasi darat dari Kalbar ke Sarawak, Malaysia, dan sebaliknya yang sempat ditutup lebih dari dua tahun karena dampak Covid-19," kata Raden Sigit Witjaksono di Kuching.

Dia menjelaskan sejak perbatasan antarkedua negara ini dibuka pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Sarawak untuk membuka perlintasan kendaraan darat. "Awalnya kami mulai dengan kendaraan pribadi dan sejak Juni-Juli kami terus mendorong dibukanya angkutan kendaraan umum," katanya.

Menurut Sigit, dibukanya lintasan kendaraan umum angkutan penumpang ini tak hanya dinanti-nanti oleh para pengusaha angkutan dari Sarawak maupun Kalbar, tetapi dengan juga oleh masyarakat kedua negara untuk melakukan kunjungan, baik berupa urusan bisnis, untuk berobat, wisata maupun lintasan para WNI yang bekerja di Sarawak.

“Ini tentunya sangat menguntungkan kedua belah pihak, kami berharap semuanya bisa berjalan lancar dan dengan demikian ekonomi, perdagangan dan pariwisata kedua negara ini dapat segera pulih dan terus berkembang,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pengangkutan Sarawak, Dato Sri Lee Kim Shin menyatakan, dibukanya kembali trayek bus angkutan penumpang sejak 1 September ini berkat kerja sama antara Pemerintah RI yang diwakili oleh KJRI Kuching dan pemerintah Sarawak, Malaysia.

Lee mengatakan, untuk tahap pertama kedua belah pihak setuju pengoperasian bus antardua negara itu seminggu lima kali.

“Kami antara Indonesia dan Malaysia telah bersepakat pengoperasian bus Damri dari Indonesia dan Bus Asia dari Sarawak Malaysia itu diujicobakan selama satu bulan. Bila ini perkembangannya meningkat dan kondisi kita terus membaik maka bulan yang akan datang akan ada penambahan armada,” katanya.
Lee menambahkan,selain angkutan bus express ia juga akan melakukan pembicaraan terkait dengan akan dioperasikannya kembali angkutan udara dengan rute Pontianak-Kuching. (ant) Editor : Syahriani Siregar
#beroperasi #Bus Damri #Rute Pontianak-Kuching