Pemimpin Wilayah Bulog Kalimantan Barat, Bambang Prihatmoko mengatakan, melalui program “Bulog Peduli Gizi”, Perum BULOG menjamin ketersediaan pangan bernutrisi dengan memberikan bantuan Beras Fortivit, yakni beras yang mengandung vitamin dan nutrisi kepada ibu hamil kurang energi kronik dan balita rawan gizi.
“Bantuan beras tersebut akan dipenuhi selama tiga bulan dengan total paket Beras Fortivit sebanyak 2.520 kg,” katanya.
Dikatakan Bambang, Bulog yang bergerak di bidang pangan mempunyai tanggung jawab sosial untuk terlibat langsung dalam masalah-masalah pangan. Salah satunya adalah mencegah gizi buruk yang berdampak pada masalah stunting.
“Bulog selalu berupaya untuk mendukung percepatan penurunan prevalensi Balita BGM (Bawah Garis Merah) sebagai generasi emas penerus bangsa melalui penyediaan bahan pangan sehat, seimbang serta terjamin keamanannya,” katanya.
Selain memberikan bantuan Beras Fortivit, Bulog juga berupaya untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian masyarakat terhadap pemenuhan gizi keluarga dengan menyelenggarakan Penyuluhan Gizi Sehat dan Pelatihan Mengolah Makanan.
“Kami menghadirkan langsung Dokter Spesialis Anak serta Dokter Pendamping dari Jakarta untuk memberikan edukasi kepada kader posyandu dan masyarakat dari beberapa penjuru desa di Kabupaten Mempawah terkait kepedulian pemenuhan gizi keluarga”, kata Bambang.
Selain itu, Perum Bulog juga menyerahkan bantuan paket alat pengukur badan Balita (Antropometri kit), mainan untuk mendukung tumbuh kembang anak dan sarana pendukung untuk Posyandu Desa Sungai Kunyit dan Desa Sungai Bundung Laut.
Setelah sebelumnya dilaksanakan di beberapa wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, serta saat ini di Kalimantan Barat, Bulog akan terus memperluas cakupan Bulog Peduli Gizi ke berbagai Provinsi di Indonesia khususnya di wilayah dengan prevalensi kerawanan gizi yang tinggi.
Sementara itu Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi mengapresiasi Bulog Kalbar yang telah memprogramkan Bulog Peduli Gizi. Menurutnya, saat ini pihaknya tengah fokus dalam mengatasi Stunting.
“Oleh karena itu, mudah-mudahan apa yang dilakukan ini bisa bermanfaat dan bisa mengurangi angka Stunting atau gizi buruk di Kabupaten Mempawah, terlebih kami sudah dibantu peralatan dan makanan bergizi, sehingga bisa memperkecil Stunting di Kabupaten Mempawah,” kata Muhammad Pagi, kemarin.
Menurut Muhammad Pagi, saat ini angka Stunting di Kabupaten Mempawah saat ini kurang dari 10 persen, tepatnya 9,2 persen.
“Alhamdulillah dengan kebersamaan dan kekompakan ini bisa mampu mencegah angka stunting,” pungkasnya. (arf) Editor : Syahriani Siregar