Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Sebanyak 82 Brand Thrifting Kalbar Ramaikan Pontianak Festival Week

Syahriani Siregar • Kamis, 29 September 2022 | 17:12 WIB
BELI LELONG: Edi Kamtono menyempatkan membeli sepatu untuk pegawainya di sela pembukaan Pontianak Festival Week di PCC, kemarin. Acara yang sebagian besar diisi oleh para pedagang lelong yang beken dengan istilah thrift ini, menurut Edi layak didukung kar
BELI LELONG: Edi Kamtono menyempatkan membeli sepatu untuk pegawainya di sela pembukaan Pontianak Festival Week di PCC, kemarin. Acara yang sebagian besar diisi oleh para pedagang lelong yang beken dengan istilah thrift ini, menurut Edi layak didukung kar
PONTIANAK - Sebanyak 82 brand thrifting se-Kalimantan Barat turut meramaikan Pontianak Festival Week. Festival yang digadang-gadang sebagai festival thrift terbesar di Kalbar tahun 2022 ini mengusung tema ‘Thrift Festival’ dan akan berlangsung selama tiga hari dari 28 - 30 September 2022 di Gedung PCC.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memberikan dukungannya kepada agenda tersebut. Dengan didominasi anak muda, kegiatan ini dinilainya sebagai momentum kebangkitan ekonomi serta memajukan industri kreatif.

“Saya mengapresiasi dan berterima kasih karena diselenggarakan kegiatan ini. Pada prinsipnya Pemerintah Kota Pontianak berupaya memberikan dukungan kepada masyarakat yang produktif dalam rangka kontribusi peningkatan kesejahteraan ekonomi, salah satunya pelaku UMKM,” tuturnya.

Kehadiran pelaku usaha dengan ide menarik dan inovasi di tengah geliat ekonomi usai pandemi kian tumbuh. Seiring berjalannya aktivitas tersebut, Edi mengatakan, Pemkot Pontianak senantiasa menyediakan ruang bagi pegiat UMKM. Dilanjutkannya, menimbang luas Kota Pontianak yang minim, membuat ruang pelaku usaha terbatas.

“Menjadi peran Pemkot Pontianak untuk menghias pernak-pernik UMKM lokal,” ucapnya.

Kepada peserta thrifting, Edi berharap, tidak hanya merk luar negeri yang masuk. Tetapi juga merk lokal asal Kota Pontianak. Bila perlu menurutnya, menembus pasar luar negeri.

“Kalau kita survei, kita kalah di biaya produksi dan distribusi. Saya harap kreativitas terus diciptakan dengan melibatkan teknologi,” ujarnya.

Edi mengatakan, sekarang bukanlah zamannya lagi untuk saling menjatuhkan dalam persaingan, melainkan dengan kolaborasi. Era kolaborasi dianggapnya mampu membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan daya beli.

“Jika daya beli masyarakat meningkat, kesejahteraan juga meningkat. Dengan demikian, apapun yang kita produksi akan mendatangkan hasil,” pungkasnya. (r) Editor : Syahriani Siregar
#Pontianak Festival Week #brand #Thrifting