"Dalam kondisi saat ini, adaah kondisi banjir, sehingga kami mohon kepada perusahaan tambang untuk bisa peduli terkait dengan kondisi banjir yang ada di Kalbar," ungkap Kepala Disperindag ESDM Kalbar Syarif Kamaruzaman usai menerima bantuan untuk korban banjir dari PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di Pendopo Gubernur, Senin (17/10).
PT Antam memberikan bantuan berupa 1.000 paket my baby set, yang dalam satu paketnya masing-masing berisi minyak telon, sabun dan lain-lain. Kemudian 1.000 promina sun, serta 250 dus mie instan.
"Jadi Antam ini kan sektor tambang, jadi kami berharap pada opti malisasi pemanfaatan CSR dalam kondisi bencana banjir ini. Sehingga kami mohon untuk pelaku usaha tambang memberikan dukungan dan bantuan melalui dana CSR," katanya.
Bantuan tersebut menurutnya bakal disalurkan Pemprov ke daerah-daerah yang terdampak bencana banjir. Dimana selain PT Antam, Syarif Kamaruzaman mengatakan bantuan terus mengalir dari berbagai perusahaan ke Pendopo Gubernur.
"Sebelumnya PT CMI Tbk (perusahaan tambang) di Ketapang sudah menyampaikan juga," ujarnya.
Syarif Kamaruzaman menjelaskan, bantuan dari PT CMI Tbk, dalam giat peduli korban banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Ketapang, telah disalurkan sebanyak 1.000 paket bahan pokok untuk tiga kecamatan yg terdampak. Serta ada bantuan solar untuk mesin diesel membantu penerangan akibat padamnya listrik. Untuk 1.000 paket, sebanyak 500 paket diserahkan ke Kecamatan Sandai, 100 paket ke Kecamatan Sungai Laur, dan 400 paket dan 10 drum solar ke Kecamatan Jelai Hulu.
Sebelumnya Gubernur Kalbar Sutarmidji mengajak semua pihak ikut terlibat membantu masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah daerah. Termasuk perusahaan-perusahaan yang berlokasi di wilayah terdampak banjir, agar membantu warga sekitar lewat tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Saya imbau perusahaan yang ada di sekitar lokasi banjir untuk turut membantu," katanya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah merespon cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir di sejumlah daerah. Seperti bantuan dari perusahaan-perusahaan perkebunan dan pertambangan yang berlokasi di daerah terdampak banjir. Dalam penanganan banjir, ia merasa memang perlu kerja sama dari semua pihak, agar hasilnya bisa lebih optimal.
"Saya terima kasih pada perusahaan yang cepat respon dengan menyalurkan bantuan. Saya berharap meraka yang punya kemampuan, mau membantu saudara kita yang terdampak banjir," harapnya. (bar) Editor : Syahriani Siregar