Tahun Akademik 2021-2022 ini Polteq mewisuda 18 lulusan D3 Prodi Teknologi Pangan, 16 lulusan D3 Prodi Budidaya Tanaman Pangan, 186 lulusan Sarjana Terapan Prodi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional. Rata-rata IPK wisudawan 3,60. IPK tertinggi 3,99 diraih oleh Seander Alfonsus.
Direktur Polteq, Anastasia Ari Martiyanti, berpesan agar para wisudawan dengan bekal ilmu pengetahuan serta ketrampilan yang sudah dimiliki siap terjun ke dunia kerja dan masyarakat,menghadapidinamika sosia, ekonomi, dan teknologi,serta kuatnya pengaruh digitalisasi dan globalisasi.
"Terus berjuang agar mampu menghadapi persaingan dan tantangan di dunia kerja untuk menggapai kesuksesan. Dalam menghadapi perubahan teknologi yang begitu cepat sertasemakin besarnya peran teknologi di semua aspek kehidupan,saudara harus mampu bersikap adaptif, kreatif, dan inovatif," sebutnya.
Anastasia Ari juga menyampaikan bahwa Polteq persisten menjalankan misi gunamewujudkan visinya menjadi Politeknik yang unggul dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi serta konsisten dalam pendidikan karakter. Penjaminan mutu institusi dan program studi dilakukan secara berkelanjutan melalui Audit Mutu Internal yang dilaksanakan secara periodik.
Dalam rangka Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka,17 mahasiswa Polteq sedang belajar di luar negerimelalui Program IISMAVO 22sebuah program yang memberikan beasiswa belajar1 semester di luar negeri bagi mahasiswa vokasi seluruh Indonesia. Peningkatan kompetensi Dosen dan tenaga kependidikan dilakukan dengan menempuh pendidikan bergelar, magang serta pelatihan di dalam maupun luar negeri.
Gubernur Kalimantan Barat dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten II Sekda Kalimantan Barat Ignatius Ik berpesan agar wisudawan terus belajar sepanjang hayat, berwira usahauntuk menciptakan lapangan kerja. Guberbur berharap para wisudawan memberikankontribusi positif dalam pembangunan Kalimantan Barat melalui karya-karyanya.
Ketua Yayasan Tonggak Equator mengingatkan sejarah pendirian POLTEQ yang penuh dengan perjuangan sehingga diharapkan para wisudawan tetap menjalankan visi misi pendiri dan menjadi tonggak bagi keluarga, daerah dan negara.
Sidang senat kali ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, seperti perwakilan Gubernur Kalbar, Kapolda Kalbar, Danlantamal XII Pontianak, Danlanud Supadio, mitra kerjasama Polteq. Hadir pula Pengurus Yayasan Tonggak Equator, para dosen, orang tua serta kerabat wisudawan. (ars/ser) Editor : Syahriani Siregar