Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Simulasi Pertolongan Pertama di Air Oleh 119 Pontianak

Syahriani Siregar • Rabu, 26 Oktober 2022 | 13:39 WIB
SIMULASI: Petugas 119 Dinkes Pontianak melakukan simulasi pertolongan pertama di air. (IST)
SIMULASI: Petugas 119 Dinkes Pontianak melakukan simulasi pertolongan pertama di air. (IST)
PONTIANAK - Penanggulangan gawat darurat pada pasien ketika mengalami kejadian saat di air, mesti ditangani dengan tepat. Oleh sebab itu, butuh keahlian dalam penanganannya, agar nyawa pasien dapat terselamatkan.

Belum lama ini, Public  Safety Center 119 Dinas Kesehatan Kota Pontianak menyelenggarakan simulasi penanganan cepat pertolongan pertama pada pasien yang mengalami kejadian tenggelam saat berenang. Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Samudra Indah (PSI) Singkawang.

Meski tim 119 sudah cakap dalam penanganan pertolongan pertama pada pasien, namun simulasi harus tetap dilakukan dalam upaya penyegaran ilmu, sekaligus silaturahmi guna menghidupkan rasa kebersamaan antaranggota PSC 119 Dinkes Pontianak dan relawan.

Koordinator PSC 119 Dinkes Kota Pontianak, Adi Purwoko mengatakan, baru-baru ini pihaknya mengadakan simulation and gathering I PSC 119 Dinkes Pontianak.

Menurut Adi, pertolongan pertama dalam penanganan pada pasien yang mengalami kejadian di air sangat penting dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan pasien.

Kali ini, pertolongan pertama dipraktekkan saat evakuasi pada korban yang tenggelam di air. Tentunya dalam penanganan, petugas mesti safety first. Kemudian barulah melakukan evakuasi pasien ke tempat aman.

Setelah itu, minta bantuan (ambulan). Lalu petugas dapat mengecek kesadaran dengan posisi pasien di tempat datar dan padat. Kemudian melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Setelah dilakukan RJP pasien memuntahkan air dan sadarkan diri biasanya terjadi hipotermi (kedinginan) paska tenggelam. Pasien mesti diselimuti untuk menjaga temperatur suhu tubuhnya. "Setelah semua dilalukan, barulah pasien dirujuk ke rumah sakit terdekat," ujarnya.

Selain pertolongan evakuasi korban tenggelam, pihaknya juga melakukan simulasi pada jenazah yang tenggelam di air, tidak seperti jenazah di daratan. Kata Adi, jenazah yang sudah lama di air cenderung cepat mengembang dan tekstur kulitnya mudah untuk terlepas sehingga perlu jaring khusus penanganan kasus jenazah di air untuk menghindari kerusakan pada jenazah.

Dalam posisi pertolongan pertama ini, sering kali masyarakat dihadapkan pada posisi kepanikan. Padahal momentum penanganan pertama mesti dilakukan cepat, tepat dan sigap.

Ia melanjutkan pertolongan pelatihan pertama pada pasien tenggelam hingga Evakuasi Jenazah, juga terus dilakukan oleh kawan-kawan 119. Tujuannya banyak. Selain melatih kawan dalam posisi tanggap darurat, harapan Adi saat pertolongan pertama dihadapi di depan mata, teman-teman bisa tenang dalam penanganan pasien ini.

"Harapan saya tentu itu. Sehingga ketika pertolongan pertama, pasien yang ditolong dapat terselamatkan," tandasnya. (iza) Editor : Syahriani Siregar
#simulasi #pertolongan pertama #119 Pontianak