Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Perkelahian Remaja di WR Supratman, Ortu Korban Lapor Polresta

Syahriani Siregar • Sabtu, 5 November 2022 | 15:37 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
PONTIANAK - Kasus penyerangan terhadap empat remaja di Jalan WR Supratman, Pontianak Selatan, Rabu (2/11) lalu berbuntut panjang. Orang tua korban melapor ke Polresta Pontianak, Jumat (4/11). Polisi diharapkan dapat segera mengusut tuntas kasus ini.

Peristiwa penyerangan itu telah menyebabkan satu anak dirawat di ICU, dan tiga lainnya mengalami luka-luka.  Eko, salah satu orang tua korban mengungkapkan akibat peristiwa itu, putranya G yang berusia 16 tahun mengalami luka sayat pada bagian lengan hingga harus menerima puluhan jahitan.

Selain mengalami luka akibat serangan senjata tajam, terdapat satu anak yang juga mengalami memar akibat ditabrak sepeda motor. Eko menuturkan, pada Rabu malam 2 November, dirinya  mendapat kabar jika anaknya dilarikan ke rumah sakit di Jalan Siam Pontianak.

"Mendengar kabar itu, saya langsung ke rumah sakit. Saya mendapati anak saya dalam kondisi terluka," katanya ketika ditemui di Polresta Pontianak, Jumat (4/11).

Eko menerangkan, berdasarkan cerita anaknya, ia bersama teman-temannya sedang berkumpul. Tiba-tiba datang sekelompok remaja yang menyerang mereka.

"Anak saya bilang, pada saat itu salah satu penyerang membawa senjata tajam. Penyerangan dilakukan secara membabi buta," ujarnya.

Atas kejadian yang menimpa anaknya dan korban-korban lain, ia datang ke Polresta untuk membuat laporan polisi. Ia berharap kasus tersebut dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Orang tua korban lainnya, Dedi Yuniardi, mengatakan, akibat penyerangan itu, anaknya AA (16)  mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

"Paru-paru anak saya juga terluka akibat penyerangan itu dan harus menjalani operasi," ungkap Dedi.

Kini anaknya sedang menjalani perawatan di ruang ICU, setelah operasi. Lama perawatan diperkirakan akan memakan waktu selama sepuluh hari. "Untuk biaya pengobatan anak sudah mencapai puluhan juta rupiah," ujarnya.

Ia mengaku tidak tahu-menahu apa yang menyebabkan penyerangan itu terjadi. "Saya berharap polisi dapat menindaklanjuti kasus ini," katanya.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Indra Asrianto mengatakan guna menindaklanjuti kasus ini, telah dilakukan pertemuan antara orang tua korban dengan pihak sekolah.

Pertemuan tersebut berlangsung pada Kamis 3 November. Dari hasil pertemuan itu, motif dari penyerangan diduga karena adanya kecemburuan dari FT dengan seorang anak perempuan yang berinisial PT.

"Dari pertemuan orang tua korban dan pihak sekolah, bersepakat menyerahkan kasus perkelahian tersebut kepada pihak polisi. Masing-masing pihak bersepakat untuk meredam situasi agar tidak terjadi lagi aksi perkelehaian," ungkap Indra.

Indra mengatakan, atas kejadian tersebut pihaknya telah resmi menerima laporan dari orang tua korban. Berdasarkan laporan itu, pihaknya pun langsung memulai penyelidikan. (adg) Editor : Syahriani Siregar
#WR Supratman #perkelahian #Remaja #ortu korban #polresta pontianak