Gerhana bulan tidak berdampak terhadap kondisi cuaca dan pasang surut di Kalbar. Pasang air laut dipengaruhi fenomena bulan purnama, bulan baru, dan bulan perigee yaitu saat jarak bulan terhadap bumi lebih dekat.
Kepala Stasiun Meteorologi Supadio, Nanang Buchori menjelaskan cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Kalbar pada periode tanggal 3 sampai dengan 9 November 2022.
"Diprakirakan semakin menjauhnya siklon tropis nalgae memengaruhi pola sirkulasi angin di wilayah Kalimantan Barat berupa pola konvergensi, siklonik, dan perlambatan kecepatan angin yang mendukung terbentuknya pertumbuhan awan penghujan," jelasnya.
Abdul Khaliqul Rahman, Ahli Ilmu Falak mengajak untuk melakukan salat gerhana bulan. Menurutnya, gerhana bulan total 8 November 2022 ini adalah unik karena daerah pertengahan gerhana tak jauh dari garis batas penanggalan internasional.
"Adapun di Pontianak gerhana bulan akan mulai berlangsung bersamaan dengan masuknya waktu salat magrib pada pukul 17:33," tambahnya.
Menurut dia, sejumlah masjid di Pontianak siap melaksanakan salat gerhana bulan, salah satunya di masjid Mabrur, Jalan Gusti Hamzah, yang rencananya akan digelar pukul 18.05 setelah salat magrib. (mrd) Editor : Syahriani Siregar