Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dosen Kedokteran Untan Edukasi Vitamin D untuk Imunitas Tubuh

Syahriani Siregar • Selasa, 29 November 2022 | 14:53 WIB
Vitamin D merupakan salah satu suplemen yang sering digunakan sebagai salah satu terapi Covid-19. Vitamin D dapat meningkatkan kekebalan alami seluler dan adaptif. (IST)
Vitamin D merupakan salah satu suplemen yang sering digunakan sebagai salah satu terapi Covid-19. Vitamin D dapat meningkatkan kekebalan alami seluler dan adaptif. (IST)
PONTIANAK - Saat ini secara global, dunia mulai memasuki tahap peralihan pandemi Covid-19 ke tahap endemik. Saat awal pandemi, terapi untuk Covid-19 belum diketahui secara pasti. Hingga saat ini telah diketahui salah satu terapi yang sudah disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration) yaitu remdesivir.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, dr. Abror Irsan menyatakan, pada dasarnya, tubuh manusia memiliki sistem imun untuk melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Namun, terdapat beberapa hal yang dapat melemahkan sistem imun atau daya tahan tubuh seseorang. Antara lain proses penuaan, kurang gizi, penyakit, bahkan konsumsi obat-obatan tertentu. Oleh karena itu, fungsi sistem imun perlu senantiasa dijaga agar daya tahan tubuh tetap kuat. Sistem imun yang kuat sangat penting bagi tubuh mencegah berbagai penyakit, terutama di masa pandemi Covid-19 ini.

“Vitamin D merupakan salah satu suplemen yang sering digunakan sebagai salah satu terapi Covid-19. Vitamin D dapat meningkatkan kekebalan alami seluler dan adaptif,” jelasnya.

Adapun mekanisme kerja vitamin D dengan cara menginduksi peptide antimikroba, yang meliputi human cathelicidin, 1,25-dihidroxy vitamin D dan defesins. Cathelicidin berperan menghambat langsung aktivitas bakteri, virus, dan fungi.

Masih menurut Abrar, Indonesia merupakan negara tropis yang sepanjang tahun disinari matahari. Walaupun wilayah tropis mendapat paparan sinar matahari lebih tinggi, hal ini tidak menjamin kecukupan vitamin D apabila kegiatan sosial dan budaya masyarakat saat adanya paparan sinar matahari dibatasi. Terutama dengan adanya anjuran stay at home saat pandemi ini. Hasil penelitian menunjukkan kejadian defisiensi vitamin D pada penduduk Indonesia ternyata cukup tinggi, yaitu sebesar 63 persen.

dr, Abror Irsan, melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bekerja sama dengan Rumah Sakit Anton Soedjarwo melakukan kegiatan edukasi mengenai manfaat vitamin D ini. Vitamin D ini berfungsi untuk imunitas tubuh pada masa pandemi Covid-19.

“Selain pemberian materi edukasi mengenai vitamin D, dalam kegiatan ini kami juga memberikan suplemen vitamin kepada para peserta penyuluhan,” tambahnya.

Kegiatan ini lanjutnya dilaksanakan sebagai salah satu bentuk peran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura dalam mencegah meningkatnya kejadian defisiensi vitamin D pada masyarakat. (vie/ser) Editor : Syahriani Siregar
#vitamin d #edukasi #kedokteran untan #dosen #imunitas tubuh