Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jembatan Garuda Bakal Beri Dampak Ekonomi dan Wisata

Syahriani Siregar • Jumat, 10 Februari 2023 | 15:16 WIB
MENURUN: Kambing kurban dijajakan di Jalan Uray Bawadi, Pontianak Kota. Tahun ini daya beli masyarakat cenderung menurun.  ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST
MENURUN: Kambing kurban dijajakan di Jalan Uray Bawadi, Pontianak Kota. Tahun ini daya beli masyarakat cenderung menurun. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST
PONTIANAK - Rencana pembangunan Jembatan Garuda sebagai jembatan penghubung Jalan Bardan Nadi hingga Terminal Siantan oleh investor tengah dalam penggodokan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan, saat ini rencana pembangunan Jembatan Garuda masih dalam proses menunggu persetujuan Kementerian PUPR. Apabila sudah mendapat lampu hijau, kemudian dilanjutkan tahapan selanjutnya seperti penyusunan draft, kaitan kontribusi yang diperoleh Pemerintah Kota Pontianak, dan lain sebagainya.

"Sehingga kita harapkan keberadaan jembatan ini juga memberikan peningkatan pendapatan asli daerah," ungkapnya usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pontianak Kota, Kamis (9/2).

Menurutnya, Jembatan Garuda ini mencerminkan kemajuan Kota Pontianak yang modern dengan desain yang spektakuler. Ia berharap kehadiran jembatan ini nantinya bisa mengatasi persoalan transportasi dan kemacetan di kedua wilayah, apalagi pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I juga tengah dibangun sehingga kemacetan yang kerap terjadi bisa terurai.

"Tujuannya untuk akses mobilitas masyarakat dari Pontianak Kota ke Pontianak Utara atau Siantan dan sebaliknya," ujar Edi.

Untuk membangun jembatan tersebut memang membutuhkan dana yang tidak sedikit, sementara ketersediaan APBD sangat terbatas. Oleh sebab itu pihaknya menggandeng investor lewat kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

"Dampak ekonominya sangat besar karena sirkulasi transportasi dan mobilitas lebih lancar dan cepat. Selain itu pula akan menjadi landmark dan objek wisata," tuturnya.

Anggota DPRD Kota Pontianak, Lutfi Almutahar meminta perwakilan Badan Pembangunan Daerah Pontianak menjelaskan rencana pembangunan Jembatan Garuda dikerjakan investor dari Tiongkok. Sebelum rencana itu disepakat, Pemkot Pontianak mesti memaparkan rencana pembangunan yang memakan anggaran hingga satu triliun ini.

“Sejauh ini Pemkot Pontianak belum ada membicarakan rencana pembangunan Jembatan Garuda pada teman-teman di legislatif. Artinya rencana pembangunan jembatan ini belum sepenuhnya bisa melenggang. Mesti dikaji dan dibahas dulu bersama dewan,” tegas politisi PAN Pontianak, Selasa (7/2).

Mengenai megaproyek Jembatan Garuda ini, ia minta agar Bappeda memaparkan isi detail dari rencana besar ini. Sebab melihat nilai pembangunan jembatan yang besar, harus ada penjelasan yang detail. Bukan hanya model Jembatan Garuda yang indah saja. Namun rencana jalinan kerja sama antara investor dan Pemkot Pontianak harus dibahas. Sebab, jika berbicara kerja sama dengan investor tentu bicara untung rugi. “Apa yang diberikan investor ini kepada Pontianak,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Anggota DPRD Kota Pontianak, Mujiono. Menurutnya, Pemerintah Kota Pontianak hingga saat ini belum memberikan informasi resmi terkait dengan wacana pembangunan jembatan garuda yang melibatkan pihak swasta.

“Belum ada informasi resmi dari Pemkot kepada DPRD terkait dengan wacana dari media bahwa ada rencana pembangunan jembatan garuda,” kata Mujiono, di Pontianak, baru-baru ini.

Mujiono mengingatkan Pemerintah Kota Pontianak soal penyerahan aset kepada pihak ketiga yang hampir semuanya menjadi persoalan. Oleh karena itu pihaknya menyarankan untuk melakukan kajian. Antara lain kajian secara hukum. Pihaknya tidak ingin malah menimbulkan persoalan dari rencana pembangunan jembatan garuda.

"Dampak hukum seperti apa, karena kaitannya dengan tata ruang, undang-undang, perda di tingkat provinsi hingga kota sehingga harus dikaji sebaik mungkin," kata Mujiono.

Anggota DPRD Kalimantan Barat asal dapil Kota Pontianak, Arief Joni Prasetyo mendukung penuh wacana Pemerintah Kota Pontianak bekerjasama dengan investor luar untuk membangun jembatan penghubung, yakni Jembatan Garuda dari Jalan Bardan sampai ke Terminal Siantan. Jembatan yang dikalkulasi rancang bangunnya dengan panjang 350 meter dan lebar 30 meter bakal dibangun lewat kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

"Kita mendukung penuh segala bentuk pembangunan infrastruktur fasilitas publik. Hanya saja kerja sama ini harus dikaji secara betul, tentunya dengan tak membebani rakyat," ucapnya di ruang kerjanya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dinamai Jembatan Garuda ini dari sisi fungsi, diyakini dapat mengurangi dan mengurai kemacetan di Pontianak, khususnya jalur menuju Pontianak Utara. "Selagi untuk kebaikan dan bermanfaat bagi pembangunan daerah, kita support penuh," ucapnya.(iza) Editor : Syahriani Siregar
#wisata #Ekonomi #jembatan Garuda #investor