Berkat tangan dinginnya, kinerja emiten PT Bank Jago Tbk (ARTO) bersinar di pasar modal Indonesia. Jerry Ng memegang mayoritas saham bank ini sehingga menjadikannya salah satu orang terkaya di Indonesia.
Harga emiten saham Bank Jago menyentuh level tertinggi pada pertengahan Januari 2022 silam, atau saat pandemi Covid-19 masih berlangsung. Saham perusahaan keuangan yang sebelumnya dikenal dengan nama PT. Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) itu meroket ke level Rp19.000/lembar. Padahal, dua tahun sebelumnya atau Maret 2020, harga sahamnya hanya Rp314/lembar.
Waktu itu, banyak trader profesional saham yang panen cuan hingga mencapai 3.900 persen. Namun, pada pertengahan Februari 2023 ini, harga saham Bank JAGO turun ke level Rp2.960. Akhir Desember 2022, nama Jerry Ng masuk dalam pemberitaan media-media nasional. Kekayaan Jerry Ng disebut anjlok hingga puluhan persen akibat amblasnya harga saham emiten Bank Jago TBk (ARTO). Forbes pernah melaporkan bahwa Taipan asal Pontianak ini sempat menduduki peringkat 12 orang terkaya di Indonesia.
Seperti apa sih sosok miliarder Jerry Ng, pemilik Bank Jago ini. Jerry Ng merupakan lulusan sarjana Administrasi Bisnis di University of Washington. Ia pernah dipercaya sebagai ketua di The Blum Center for Developing Economies, sebuah program yang memanfaatkan bakat, antusiasme, dan kekuatan komunitas mengatasi tantangan besar kemiskinan global.
Waktu itu, pendekatan pemecahan masalah interdisiplinernya melibatkan mahasiswa-fakultas, yang berdedikasi menghadapi tantangan melalui inisiatif, inovatif, pendidikan, dan penelitian di University of California, Berkeley.
Jerry Ng, memulai kariernya dari assistance vice president consumer service group di Citibank selama lima tahun. Selain itu, ia juga pernah menjabat Deputi Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jabatan berikutntya adalah Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Jerry Ng juga pernah memimpin PT Bank BTPN Tbk, sebagai direktur utama.
Sebagai bankir di berbagai bank, Jerry Ng dikenal selalu berinovasi dan turut melahirkan beragam produk unggulan di pasaran. Kompetitornya bahkan sempat was-was kala itu.
Selama memimpin Bank BTPN, misalnya. Ia mampu menjadikan Bank BTPN dari sebuah bank berukuran kecil jadi beraset Rp10,6 triliun. (den) Editor : Syahriani Siregar