Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam, Nahruji menuturkan bahwa adanya kegiatan pemetaan kompetensi ini akan mendukung perkembangan dan kemajuan keprofesionalan guru PAI di seluruh Indonesia. Diharapkan Guru PAI menjadi guru yang berkualitas secara intelektual, spiritual dan personal.
Kegiatan pemetaan kompetensi ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh Guru PAI dan para Pengawas Sekolah di seluruh Indonesia, khususnya di Provinsi Kalbar.
“Menjadi tanggungjawab kita bersama para Guru PAI dan Pengawas Sekolah untuk menyukseskan program kegiatan Pemetaan Kompetensi Online ini. Program ini merupakan kebijakan pemerintah, maka kita harus berkomitmen untuk mendukung dan menyukseskan program tersebut,” ungkap Nahruji saat membuka kegiatan di Aula Kanwil Kemenag Kalbar.
Di hadapan peserta yang mengikuti kegiatan secara offline dan online melalui zoom itu, Nahruji mengungkapkan bahwa maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan Pemetaan Kompetensi Online ini adalah untuk mengukur kompetensi pedagogik Guru PAI yang meliputi kompetensi perencanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran.
Kemudian Nahruji menambahkan, tujuan kedua adalah untuk mengukur kompetensi professional Guru PAI yang meliputi kompetensi penguasaan materi PAI, publikasi ilmiah dan karya inovatif serta untuk memetakan kompetensi Guru PAI secara nasional guna menentukan arah pengembangan keprofesian berkelanjutan Guru PAI.
“Pemetaan Kompetensi Online merupakan kewajiban personal Guru PAI, sehingga semua Guru PAI yang punya akun SIAGA wajib mengikuti agar dapat mengakses data SIAGA untuk kepentingan Guru PAI itu sendiri,” tegas Nahruji.
Terdata ada 2000 Guru PAI di Kalbar yang mengikuti kegiatan pemetaan kompetensi tersebut. Para Guru PAI diminta untuk menjawab sebanyak 100 soal dalam waktu 180 menit. Adapun kategori nilainya sangat tinggi (skor 91-100), kategori tinggi (skor: 81-90), kategori sedang (skor 71-80) dan kategori rendah (skor kurang dari 70). (mrd) Editor : Syahriani Siregar