Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Babi Lewat Jalur Darat, Rawan Sebarkan Virus ASF

Misbahul Munir S • Jumat, 19 Mei 2023 | 14:59 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
PONTIANAK - Belakangan masyarakat dihebohkan dengan distribusi hewan ternak babi yang masuk Kalbar. Entah itu melalui pelabuhan resmi atau pelabuhan biasa. Namun yang menjadi perhatian adalah melalui jalur darat dari pulau Jawa/Bali via Kalteng kemudian ke Kalimantan Barat. Terang saja rentan dengan sebaran virus ASF (African Swine Fever). Ini adalah penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen.

“Saya pikir ternak babi dari jalur laut melewati pelabuhan resmi di Kalbar, mudah dilakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan. Semuanya bisa diproses sterilisasi. Baik angkutan armadanya, hewannya hingga menuju ke peternakan penampung," ucap Affandi, Ketua Komisi II DPRD Kalbar belum lama ini.

Menurutnya memang dikhawatirkan adalah jalur darat. Sebab rentan tak akan terawasi secara menyeluruh. Jelas saja rentan juga memicu penyebaran virus flu babi yang saat ini sedang melanda wilayah Indonesia dan jadi sorotan dunia. "Sisi buruknya adalah berpotensi terhadap kesehatan hewan-hewan ternak dan mengancam keberlangsungan para peternak lokal," ucap dia.

Dia menambahkan kebijakan port to port jalur pelabuhan sesuai Surat Edaran Pemerintah Daerah sudah benar dan memudahkan pengendalian termasuk pendeteksian resiko penyebaran virus flu babi. “Intinya di Kalbar tidak boleh sebebas mungkin regulasi pemasukannya. Baik hewan ternak babi, sapi, kerbau, kambing, atau ayam sekalipun. Harus melalui pengawasan ketat dari instansi terkait, khususnya Karantina Hewan di Kalbar,” ucapnya.

Politisi Demokrat Kalbar ini meminta kepada pemerintah daerah segera melakukan penertiban keluar masuknya ternak hewan babi di Kalbar. Bukan hanya herwan ternak babi, namun juga jenis hewan lain termasuk unggas.

Belum lama ini, puluhan ribu ekor babi di Kabupaten/ Kota di Kalbar mengalami kematian massal akibat terserang virus African Swine Fever (ASF). Jumlah tersebur tidak sedikit. Hal tersebut dijabarkan oleh Ketua Komisi I DPRD Kalbar, Angelina Fremalco kepada Gubernur Kalbar saat rancangan awal RKPD 2023, beberapa waktu lalu. “Sudah terjadi sejak akhir tahun kemarin. Di Kabupaten Landak saja, sudah hampir tujuh ribu ekor pada bulan Januari saja,” ucap dia.

Bahkan, disebutkan kasus ini terjadi pada peternak babi di beberapa daerah wilayah perhuluan Kalbar.“Kami usulkan kepada Bapak Gubernur agar menetapkan status darurat bencana non alam dan agar Kementan dapat segera turun tangan mengatasi masalah ini,” harapnya.

Gubernur Kalbar Sutarmidji waktu itu meminta kepada Kementerian Pertanian segera mengatasi kematian babi di Kalbar. “Ini lah kenapa kita harus ketat terhadap hewan–hewan ternak yang masuk ke Kalbar. Seperti telur ayam tanpa ijin terpaksa dimusnahkan karena khawatir menularkan penyakit. Jadi ini untuk melindungi peternak. Hal ini bisa terjadi juga dengan babi yang virusnya tak terkontrol,” jelasnya.

Sutarmidji intruksikan Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk meminta bantuan ke Kementerian Pertanian agar mengupayakan bibit yang diberikan kepada masyarakat peternak babi.

Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar M Munsif mengatakan langkah mitigasi telah dilakukan oleh Kementan RI yang datang ke Kalbar waktu lalu. “Kementan telah kumpulkan semua pihak dan advokasi seluruh stakeholder untuk mitigasinya bagaimana protokol penanganannya. Waktu itu kita ke Sintang dan Melawi,” katanya.

Kementan RI telah membawa serumnya namun hanya dapat menolong 50 persen. Pada umumnya ternak yang terserang virus ASF yang tidak dipelihara dan dikandang dengan sistem dan pola yang baik.

“ASF ini tidak ada vaksinnya, tidak ada obatnya. Hanya serum dan bisa menolong 50 persen. Itu pun dengan catatan farmnya dikelola dengan baik dengan menerapkan bio sekuriti,” ucap dia. (den) Editor : Misbahul Munir S
#Sebarkan Virus #babi #virus ASF #Rawan #Distribusi #African Swine Fever #jalur darat