“Saat ini pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Utara masih berjalan sesuai kondisi SDM dan sarana prasarana yang ada. Secara bertahap kami akan tingkatkan SDM di sini. Seperti dokter spesialis di sini belum ada,” ungkap Saptiko kepada Pontianak Post, Senin kemarin.
Pihaknya tengah mengajukan tujuh dokter spesialis pada formasi PPPK di lingkup Pemkot Pontianak tahun ini. Mudah-mudahan formasi dokter spesialis untuk ditempatkan di RS Pontianak Utara bisa terisi semua.
Jika dokter spesialis sudah terisi, maka pelayanan di RS Pontianak Utara bisa melayani rawat inap. Tentunya sambil berjalan pelayanan kesehatan di sini, juga melengkapi sarana prasarana yang kurang.
Untuk jumlah SDM di Pontianak Utara sekarang berjumlah 80 an orang. Dengan jumlah tenaga sekarang dipandang masih kurang. Sehingga layanan baru sebatas rawat jalan, persalinan dan rawat darurat. “Jika korban tak bisa ditangani di sini, kami rujuk ke rumah sakit seberang,” ujarnya.
Kalau temuan kasus di RS Pontianak Utara, dominan kejadian laka dan cidera. Sejauh ini dalam penanganannya sudah cukup optimal. Utamanya seperti pasien laka lantas atau cidera ringan.
Ia berharap dokter spesialis segera didapat oleh Pemkot Pontianak. Dengan memiliki dokter spesialis, maka pelayanan rumah sakit utara ke depan akan semakin optimal.
Harapan masyarakat utara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan rawat inap juga akan semakin terbuka. Sehingga dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, ke depan masyarakat di Pontianak Utara tak lagi susah membawa pasien ke rumah sakit di wilayah seberang.(iza) Editor : Syahriani Siregar