Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Lahan Kosong Tak Dirawat Pemilik Terkesan Kumuh

Misbahul Munir S • Senin, 5 Juni 2023 | 10:10 WIB
Akbar, Ketua Sapma Pemuda Pancasila
Akbar, Ketua Sapma Pemuda Pancasila
PONTIANAK - Ketua Sapma Pemuda Pancasila Kalimantan Barat Akbar Ramadhan gerah melihat keberadaan tanah kosong di tepi jalan yang tak dirawat oleh pemiliknya. Menurutnya, dengan terbengkalai seperti itu justru mempengaruhi keindahan dan kerapian kota ini.

“Kota Pontianak banyak dibangun fasum ruang terbuka publik untuk masyarakat bersantai dengan estetika pembangunan yang sangat menarik. Keindahan Pontianak juga turut diperhatikan oleh Pemerintah dalam proses pembangunan, ditiap sudut kota terdapat taman dan perbaikan trotoar yang menarik. Tetapi , ada hal yang kurang menarik dan tidak enak dipandang mata dibeberapa sudut kota ini,” ungkap Akbar kepada Pontianak Post, kemarin.

Seperti pagar lahan atau bangunan kosong milik oknum-oknum yang membuat pemandangan indahnya kota menjadi terganggu. Kata Akbar mereka yang memiliki lahan tersebut seakan tidak peduli dengan korelasi pembangunan di Kota Pontianak.

Banyak Pagar sembarang dibuat yang berfungsi menandakan tanah hak milik mereka tersebut, namun dengan seenaknya dibuat tanpa diperhatikan estetikanya. Bahkan beberapa lahan dibiarkan terbengkalai dan hal tersebut merusak pemandangan dan keindahan Kota Pontianak. “Sebagai masyarakat sangat terganggu,” ujarnya.

Memang itu kawasan mereka, tetapi banyak lokasi dipinggir jalan Kota yang merusak pemandangan dan keindahan Kota Pontianak. Padahal Wali Kota Pontianak sudah berupaya maksimal melakukan pembangunan agar Pontianak terlihat indah, nyaman dilihat dan enak untuk ditinggali, tetapi hal kecil ini berdampak buruk membuat kesan kumuh.

Seharusnya sebagai warga kota yang baik dan arif harus mendukung upaya memperindah kota ini. Sudah tahu lokasi asetnya di pinggir jalan tengah kota, seharusnya turut membuat kota ini menjadi indah, jangan sembarangan. “Kalau tidak mampu memperbaiki biar kami yang perbaiki itu pagar yang amburadul dibiarkan, jangan hanya mampu punya aset tetapi membiarkan kumuh seperti itu,” tegasnya.

Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kalimantan Barat ini memang konsen terhadap perkembangan dari proses pembangunan di Pontianak, karena menurutnya sebagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda harus mengawal dan mendukung kebijakan pemerintah kota yang bermanfaat dan kontributif terhadap masyarakat, salah satunya capaian pemerintah Kota Pontianak yang membuat prestasi kota ini menjadi kota layak huni. Sehingga menurutnya masyarakat tanpa memandang kelas apapun harusnya mendukung pembangunan itu, sekalipun hal kecil yakni keindahan Kota khatulistiwa ini.(iza) Editor : Misbahul Munir S
#Kumuh #Tak Dirawat #Lahan Kosong #fasum #sapma pemuda pancasila