Saptiko menuturkan JE merupakan penyakit radang otak akibat virus, yang paling banyak terjadi di kawasan Asia. Virus JE tergolong virus flavivirus. Penularannya melalui binatang ternak seperti babi hewan besar lainnya serta burung yang hidup di rawa-rawa. Selain itu JE juga bisa disebarkan oleh gigitan nyamuk Culex xp.
Meski kasus JE belum ditemukan di Pontianak, Saptiko agak khawatir, sebab penyebaran virus ini bisa melalui hewan ternak. Sedangkan di sini, cukup banyak hewan ternak yang dipelihara, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk di jual ke masyarakat. Sehingga mobilitas penyebaran cukup tinggi.
Sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi temuan kasus JE di Pontianak, Dinas Kesehatan kini tengah melakukan sosialisasi sebagai tahap awal untuk melakukan imunisasi yang rencana September mendatang. “Saat ini tengah disosialisasikan,” ujar Saptiko kepada Pontianak Post, Senin (17/7).
Untuk sasaran imunisasi JE kata Saptiko mulai dari usia 9 bulan sampai di bawah 15 tahun. Dari data Dinkes ada 150.911 jiwa. Dalam sosialisasi pihaknya melakukannya di sekolah dan di luar sekolah. Itu dilakukan agar masyarakat tahu tentang JE, sehingga ketika imunisasi dilakukan masyarakat tak lagi terkejut.
Oleh sebab itu, sosialisasi imunisasi JE harus dilakukan benar-benar. Sebab dalam imunisasi sendiri, cukup banyak jenisnya. Namun sejauh ini selama sosialisasi imunisasi JE tak ditemukan kendala. Ia berharap, saat pelaksaan imunisasi JE nanti juga tidak terdapat kendala.
Anggota DPRD Kota Pontianak Anwar Ali meminta sosialisasi imunisasi JE oleh petugas Dinas Kesehatan mesti dilakukan benar-benar. Menurutnya, dengan menyampaikan informasi yang jelas, dapat membuat masyarakat paham tentang JE.
Ketika sudah memahami bahaya virus JE, pastinya masyarakat mesti melakukan antisipasinya. Caranya dengan imunisasi JE pada anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun ke bawah. “Sosialisasi menurut saya sangat penting. Sebab ini sebagai dasar paham tidaknya masyarakat tentang JE,” katanya.
Kalau saat pelaksanaan imunisasi JE nanti masih banyak masyarakat yang belum tahu, mungkin sosialisasinya tidak tersampaikan. Dalam upaya sosialisasi JE, ia minta informasinya dapat disampaikan di puskesmas seluruh kecamatan kota Pontianak.
Selain itu, Dinkes harus gencar menginformasikan bahaya JE di media. Baik media massa dan media sosial. Para lurah sebagai ujung tombak Pemerintah Kota Pontianak juga diminta turut membantu mensosialisasikan JE ini.(iza) Editor : Syahriani Siregar