Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

RS Mitra Medika Gelar Seminar Bahaya Osteoporosis

Misbahul Munir S • Senin, 31 Juli 2023 | 13:38 WIB
OPERASI PASAR: Operasi pasar elpiji 3 kilogram yang digelar Diskumindag Kota Pontianak bersama Pertamina di Jalan pak Benceng, kemarin. PAGE FACEBOOK HAMIDAH
OPERASI PASAR: Operasi pasar elpiji 3 kilogram yang digelar Diskumindag Kota Pontianak bersama Pertamina di Jalan pak Benceng, kemarin. PAGE FACEBOOK HAMIDAH
PONTIANAK – Rumah Sakit Mitra Medika menggelar Seminar Awam Bahaya Osteoporosis (pengeroposan tulang) di Hotel Mercure Pontianak, Sabtu (29/7). Sekitar 100 peserta hadir untuk menyimak pemaparan tiga orang pembicara yang berkompeten dalam bidang ini.

Ketiga pembicara tersebut antara lain dr. Oktavianus, Sp.OT dan dr. Sugeng Krismawanto, Sp.OT, selaku dokter spesialis orhtopedi, serta dr. Shiska Novalia, Sp. Rad selaku dokter spesialis radiologi.

Direktur RS Mitra Medika, Whisnu Santoso, mengatakan, tujuan hadirnya rumah sakit adalah memberikan manfaat kepada masyarakat salah satunya lewat upaya edukasi kesehatan.

“Melalui seminar ini diharapkan masyarakat mengerti tentang keberadaan rumah sakit yang tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan tetapi juga sebagai pusat untuk mendapatkan informasi kesehatan yang terpercaya,” tuturnya.

Digelarnya seminar bahaya osteoporosis merupakan upaya untuk membentuk pemahaman masyarakat tentang cara menerapkan pola hidup sehat, khususnya yang bertujuan untuk kesehatan tulang. Tema seminar ini diambil karena kesehatan tulang kerap kali diabaikan oleh masyarakat sehingga pengeroposan tulang mudah terjadi.

“Dengan narasumber yang kami hadirkan ini diharapkan peserta tahu pentingnya mengelola kesehatan kita, terutama kesehatan tulang,” tuturnya.

Osteoporosis sendiri berarti tulang keropos, yakni penyakit dimana kepadatan dan kualitas tulang berkurang. Seiring tulang menjadi lebih keropos dan rapuh, risiko patah tulang juga meningkat. Kerusakan tulang terjadi secara perlahan dan sering kali tidak ada gejala sampai terjadi patah tulang.

Namun sayangnya, kata Whisnu, banyak orang baru menyadari betapa pentingnya tulang yang sehat ketika sudah mengalami sakit parah seperti patah tulang. Pemahaman inilah yang harus terus ditingkatkan di masyarakat agar pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin.

Selama ini osteoporosis identik dengan orang tua, namun faktanya pengeroposan tulang bisa menyerang siapa saja termasuk di usia muda. Apalagi, di atas umur 30 tahun akan dimulai proses pengeroposan tulang sehingga diperlukan upaya untuk mempertahankan kualitas organ yang satu ini.

Whisnu mengatakan, RS Mitra Medika Pontianak kini telah memiliki fasilitas untuk mendeteksi kondisi tulang lewat alat pengukuran kepadatan mineral tulang atau Bone Mineral Density (BMD). BMD akan mengukur jumlah mineral di dalam tulang sehingga mampu memberikan penilaian secara lebih spesifik tantang kondisi tulang.

"Harapannya lewat alat ini kita bisa melihat kondisi tulang secara valid," pungkasnya

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Perwatusi (Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia), yakni sebuah perkumpulan yang peduli akan kesehatan tulang masyarakat. Dalam momen ini, para peserta juga diajak untuk senam pencegahan osteoporosis. Selain itu, di lokasi serupa juga tersedia mini medical checkup yang bisa dimanfaatkan oleh peserta untuk memeriksakan kadar gula darahnya. (sti/bis) Editor : Misbahul Munir S
#hotel mercure #rs mitra medika #seminar #orhtopedi #osteoporosis