Nyanyian selamat ulang tahun menggema di sekitar Markas Pemadam Kebakaran Kapuas Bhakti yang berlokasi di Gang Perintis, Jalan Imam Bonjol, Kota Pontianak, Minggu (20/8) sore. Hari ini mereka merayakan ulang tahunnya yang ke 8.
SORE itu, suasana cuka cita menghiasi markas Damkar Kapuas Bhakti. Sebuah tenda besar lengkap dengan hiasan lampu sorot dan balon.
Puluhan meja kursi satu per satu diisi oleh tamu undangan. Ulang tahun kali ini memang cukup meriah, dibandikan tahun lalu yang masih dalam suasana pandemi Covid-19.
Ada yang menarik di acara ulang tahun Kapuas Bhakti kali ini. Tamu undangan tidak hanya disajikan makanan secara prasmanan. Tetapi pihak penyelenggara juga menyajikan dua gerobak, yakni gerobak bakso dan sate ayam. Sehingga tamu yang hadir bisa memilih menu makanan kesukaannya.
Pembina Pemadam Kebakaran Kapuas Bhakti, Effendy alias Aseng (41), merasa bersyukur karena hingga saat ini Kapuas Bhakti masih bisa eksis.
Menurutnya, Damkar Kapuas Bhakti terbentuk karena Inisiatif masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan padat penduduk di Kelurahan Benua Melayu Laut. Saat itu terjadi kebakaran besar. Dari situ lah, kata Aseng, Damkar Kapuas Bhakti terbentuk.
“Dulu awal mula kami terbentuk hanya puluhan orang. Sekarang anggotanya terus bertambah. Dan yang paling membanggakan, anggota Kapuas Bhakti terdiri dari multi etnis,” katanya.
Dikatakan Aseng, perayaan ulang tahun kali ini cukup istimewa. Selain dirayakan dengan meriah, juga dihadiri tamu-tamu spesial, baik dari rekan-rekan sejawat sesama pemadam kebakaran swasta, juga tamu dari Jawa.
“Saya bersyukur karena Ada beberapa tamu istimewa datang. Mereka jauh-jauh datang dari jawa,” katanya.
Pada kesempatan ini, dirinya berharap Damkar Kapuas Bhakti terus dicintai oleh masyarakat dan terus bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Di ulang tahun ini, saya berharap Kapuas Bhakti selalu dicintai masyarakat dan juga memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan,” harapnya.
“Karena sebenarnya Damkar ini adalah panggilan jiwa. Kami tidak ada yang digaji. Semua murni dari hati. Kapan pun HT berbunyi, kami akan siap turun. Termasuk memadamkan Karhutla,” sambungnya.
Sementara itu, Pembina Kapuas Bhakti yang lain, Suhu Franky Song berharap Kapuas Bhakti dapat semakin berkembang.
“Kita berharap terus maju, kita berharap Kapuas Bhakti terus bertambah armada dan anggota, karena Pontianak rawan kebakaran,”katanya. (Arief Nugroho)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro