PONTIANAK - Jubaidah hanya tak henti-hentinya mengucap syukur setelah lolos dari insiden robohnya rumah yang ia sewa di bantaran Sungai Kapuas, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Rabu (30/8), siang.
Saat peristiwa terjadi, perempuan berusia 45 tahun itu tengah tidur di kamarnya di lantai dua. Secara tiba-tiba, rumah yang dia sewa itu roboh. “Saya tidak tahu bagaimana kejadiannya. Saat itu saya tengah tertidur. Tiba-tiba rumah roboh. Saya sempat tertimbun bangunan. Bersyukur masih ada celah sehingga saya bisa minta pertolongan,” kata Jubaidah saat ditemui di sekitar lokasi kejadian.
Jubaidah menceritakan, malam sebelum kejadian, di dalam rumah itu terdapat enam orang termasuk dirinya. Tiga di antaranya pergi sekitar pukul 03.00 dini hari. Sedangkan tiga orang lainnya, termasuk Jubaidah tinggal di dalam rumah.
“Saya dan seorang tidur di kamar. Satu orang lagi tidur di ruang tamu. Seorang yang tidur di kamar mengalami patah tulang dan dirujuk ke RS Yarsi,” katanya.
“Nah, yang tidur di ruang tamu ini saya tidak tahu bagaimana nasibnya. Katanya masih tertimbun,” sambungnya.
Selain rumah yang ia tempati, ada bangunan lain yang ikut roboh. Salah satunya bangunan judi mesin yang terletak persis di samping tempat tinggalnya.
“Jadi ada empat rumah yang roboh. Tiga rumah tinggal, satu lagi rumah judi mesin,” terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Pontianak Timur, AKP Hery Purnomo mengatakan, insiden itu terjadi sekitar pukul 12.45 WIB. Setidaknya terdapat empat orang yang tengah berada di dalam rumah itu yang tertimpa bangunan roboh.
“Tadi dibantu rekan Polairud empat orang tertimpa bangunan kita evakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Yarsi,” jelasnya.
Dari keempat orang itu, sambung Herry, dua diantaranya mengalami cedera cukup serius sehingga mesti dirawat lebih intensif. Sementara dua lainnya, sudah diperbolehkan pulang.
“Satu orang laki-laki dan tiga orang perempuan. Semua dewasa. Informasi dari petugas kita, bahwa yang dua orang luka ringan sudah kembali. Yang dua dalam perawatan,” katanya.
Hery menerangkan, rumah ini termasuk dalam program bedah rumah yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pontianak. Kondisi bangunan memang berusia tua dan butuh perbaikan.
“Koordinasi dengan lurah tadi, rencana ini sebagai rumah yang akan menjadi bedah rumah. Anggaran 2024 mendatang. Ini merupakan rumah sewa,” jelasnya.
Hery melanjutkan, berdasarkan pemeriksaan awal, penyebab rumah itu roboh lantaran struktur atau konstruksi bangunan yang sudah tua. Ditambah lagi dengan keberadaannya di atas sungai.
“Bisa dilihat di sini pondasi-pondasi bagunan ini sudah miring. Ditambah lagi usianya kayu yang sudah tua atau lama sehingga sudah lapuk,” ujarnya.
Dia pun mengimbau warga setempat agar mewaspadai kejadian serupa. Selain itu, warga diminta untuk merawat rumah mereka, tanpa menambah struktur bangunan.
Robohnya bangunan tersebut kontan menjadi tontonan warga. Sementara di sisi lain, untuk memastikan tidak adanya korban jiwa, petugas Basarnas Pontianak bersama Polair Polda Kalbar turun ke lokasi. (arf)
Editor : Syahriani Siregar