Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

PPM Jurusan Akuntansi Polnep Berikan Pemahaman Mental Accounting bagi Ibu Rumah Tangga

A'an • Kamis, 7 September 2023 | 12:01 WIB
Photo
Photo

RASAU JAYA - Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak mengadakan pengabdian pada masyarakat (PPM) yang bertajuk “Pendampingan Pemahaman Mental Accounting pada Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Desa Rasau Jaya”.

Tim PPM diketuai oleh Qisthi Ardhi, S.E.,M.Ak, dan dengan anggota V. Ananta Wikrama T.D.,S.E.,M.Sc, Tashadi Tarmizi, S.E.M.Acc, Oscar Rynandi, S.E., M.Acc., Bob Mustafa, S..E., M.Acc, Uray M.Nur, S.E., M.Acc., Eko Supriyanto, S.Sos.,M.Si., Wahyudi, S.Pd., M.Ed., Merry Triani,S.ST., M.Ak., Melati Pramudita,S.E., M.Ak, Risti Rahmaniar S.S.T, M.Ak, dan Rini Sulastri S.E.,M.Ak.

Qisthi Ardhi, menjelaskan PPM ini diselenggarakan karena pengelolaan keuangan rumah tangga merupakan hal yang menjadi masalah setiap rumah tangga. Tidak setiap orang memiliki kemampuan pengelolaan keuangan yang baik. Padahal kebutuhan rumah tangga banyak sehingga memerlukan pengelolaan yang lebih baik.

“Permasalahan setiap rumah tangga tentunya berbeda-beda, berikut pendapatan dan kebutuhannya sehingga perlu adanya pengaturan yang lebih baik dalam mengelompokkan pengeluaran yang menjadi prioritas dan bukan prioritas. Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak menyadari akan pentingnya pengelolaan keuangan khususnya bagi masyarakat desa. Maka dari itu, kami menggelar PPM ini,” katanya.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian  Pada Masyarakat (P3M) yaitu Dr Purnamawati. Materi disampaikan oleh tim dengan dibantu mahasiswa Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Pontianak. Acara ini dihadiri oleh ibu-ibu rumah tangga yang ada di Desa Rasau Jaya. Kegiatan ini memiliki sasaran ibu-ibu rumah tangga karena mayoritas ibu rumah tangga adalah yang mengelola keuangan rumah tangga dan menentukan belanja setiap bulannya.

Keuangan keluarga sangat perlu dikelola oleh suami dan istri yang memiliki hak dan kewajiban untuk melakukan pembagian tanggung jawab yang disepakati. Hal ini dapat meringankan persoalan keuangan yang mungkin timbul di masa depan.  Biasanya, keuangan dipegang oleh ibu rumah tangga agar dapat dibelanjakan sebagaimana mestinya. Namun, mayoritas ibu rumah tangga belum memiliki kesadaran untuk menyisihkan uang untuk dana darurat maupun tabungan.

Hal ini terlihat dari diskusi bersama dalam acara tersebut. Maka dari itu, tim memberikan sosialisasi agar ibu-ibu rumah tangga mampu mengatur keuangannya lebih baik, untuk dana darurat, uang sekolah anak, maupun untuk bayar cicilan. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan ibu-ibu rumah tangga sehingga dapat melakukan pengelolaan keuangan yang lebih baik sehingga tidak mengalami defisit keuangan dengan menentukan prioritas yang tepat untuk dipenuhi dalam rumah tangga.(ser)

Editor : A'an
#polnep #kalbar #ppm #pontianak