PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan mengatakan, meningkatnya permintaan daging beku di pasaran menjadikan ini sebuah peluang yang dimainkan oleh oknum. Agar konsumen tak dirugikan dikemudian hari, iapun minta agar pengecekan muasal beredarnya daging beku di pasaran dilakukan.
“Saya mendapat banyak keluhan dari para peternak sapi, bahwa sudah beberapa bulan ini daging sapi segar penjualannya makin anjlok. Sebabnya, peredaran daging beku yang di jual di pasar tardisional makin banyak,” ungkap Bahasan kepada Pontianak Post, Selasa (6/9).
Meningkatnya kuota daging beku yang berada di pasar, menjadi pertanyaannya. Sebab selama ini, pemasok resmi daging beku berasal dari Bulog. Iapun mendapatkan informasi, bahwa ada daging beku dari Malaysia yang didatangkan oleh oknum untuk mengambil keuntungan ini.
Jika daging beku yang didatangkan oleh oknum tersebut tidak dengan administrasi lengkap bisa dikatakan daging beku ini ilegal. Jika demikian, perlu dilakukan pengecekan lebih dalam tentang surat menyurat sampai cara pemotongan hewan ini untuk melihat kehalalannya.
Jika persoalan ini dibiarkan berlarut, dikhawatirkan akan membuat peternak sapi semakin gelisah. Jika demikian, takutnya mereka melakukan tindakan sendiri. Oleh sebab itu Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Barat mestinya dapat bergerak merespon keluhan dari para peternak sapi ini.
Bila betul peredaran daging illegal ini kabarnya, akan merugikan pemerintah. Sebah dari proses masuknya barang sampai ke pasar tradisional, pemerintah tak dapat apa-apa.
“Pajak sudah pasti lepas. Jadi hanya menguntungkan oknum saja,” ujar mantan Ketua Asosiasi Pengusaha Sapi Kalbar.
“Para peternak sapi kini mengeluhkan karena sapi-sapi peliharaan kami tak bisa dijual ke pasar. Kejadian ini sudah hampir lima bulan kami alami. Akibatnya sapi kami banyak di kandang dan tak terjual,” ucap Solihin, seorang peternak sapi belum lama ini.
Alasan orang pasar tak mau membeli daging sapi segar karena tidak ada pesanan. Tapi ketika dilihat perputaran penjualan daging di pasar tetap memiliki pelanggan tersendiri. Namun pembelian kini justru beralih dari daging sapi segar ke daging beku.
Informasi yang didapat oleh peternak sapi, daging beku ini berasal dari Bulog. Kata dia, ini menjadi pertanyaan teman-teman peternak. Sebab berapa banyak perputaran daging beku di pasaran ini.
“Jika dalam satu bulan satu ton daging beku, namun di lapangan jumlahnya lebih dari itu, artinya tambahan daging beku ini berasal dari mana?” tanya dia.
Informasi yang diterima teman-teman peternak masih bias. Malah dugaan, beredarnya daging sapi beku dari negara tetangga. Jika demikian, juga dipertanyakan kepengurusan izinnya bagaimana bisa sampai terjual di pasaran Kota Pontianak. Jika ini ilegal mestinya ada tindakan dari Pemerintah Kota Pontianak.
“Jika ini dibiarkan akan berdampak pada kami peternak sapi,” keluhnya. (iza)
Editor : Syahriani Siregar