PONTIANAK – Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Provinsi Kalimantan Barat Mirza mengungkapkan bahwa sosialisasi tentang percepatan penurunan stunting untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) di ladang-ladang sawit Sarawak, Malaysia belum terlalu kencang. Bahkan, sebagian besar para PMI belum mengetahui tentang stunting.
“Belum lama ini kami (IPKB Kalbar, Red) ikut serta dalam kegiatan pelayanan pemasangan alkon MKJP pada PMI yang bekerja di Ladang Ladong Simunjan, Sarawak, Malaysia. Dalam kegiatan itu, turut dilakukan sosialisasi tentang stunting oleh Kepala BKKBN RI,” katanya, Sabtu (16/9).
Pada kegiatan sosialisasi tentang pemahaman stunting ke PMI, diakui dia, banyak dari mereka yang belum memahaminya. Bahkan, diungkapkan dia, para pekerja ini baru memahami dampak dari stunting ketika Kepala BKKBN RI memberikan edukasi dan pemahaman.
Mirza mengatakan, kurangnya pemahaman tentang stunting oleh PMI ini baru ditemukan di satu ladang perkebunan kelapa sawit. Sedangkan, dari informasi yang didapat IPKB Kalbar dari KJRI Kuching Malaysia, PMI yang bekerja di lading perkebunan kelapa sawit daerah Malaysia, diakui dia, cukup banyak.
"Jika satu ladang ditemukan masih banyak PMI yang belum mengetahui stunting, maka artinya besar kemungkinan yang ditemukan di satu ladang ini juga sama halnya dengan PMI di ladang lain di daerah Sarawak, Malaysia. Mungkin mereka juga tidak tahu bahaya stunting?” katanya.
Menurut Mirza, sudah seharusnya dilakukan MoU antara BKKBN dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) tentang upaya bersama dalam penurunan stunting ini. Hal ini, menurut dia, penting dilakukan agar sosialisasi upaya penurunan stunting bisa juga didapat oleh PMI yang bekerja di lading kelapa sawit Malaysia. "Harapannya, ketika teman-teman KJRI melakukan berbagai macam kegiatan, bisa juga diselipkan sosialisasi tentang penurunan stunting pada PMI di ladang-ladang sawit Malaysia," paparnya.
Mirza menegaskan MoU itu harus dilakukan ditataran pusat, sehingga ketika kerja sama ini sudah berjalan, para pelaksana di daerah tinggal menjalankan sosialisasinya pada para PMI.
"Saya rasa ini harus menjadi perhatian oleh para pihak ditataran atas. Apalagi Presiden sudah menetapkan bahwa stunting menjadi perhatian khusus yang harus dientaskan,” tutup jurnalis Pontianak Post tersebut. (mrd)
Editor : A'an