PONTIANAK - Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin melihat ada perubahan dalam sistem belanja yang dilakukan oleh masyarakat, sehingga menyebabkan beberapa pasar justru mengalami sepi pembeli. Kata dia sebagian masyarakat kini justru lebih senang dengan berbelanja secara daring.
"Perubahan gaya dalam berbelanja masyarakat saat ini mesti disikapi oleh pemerintah. Sebab dampak dari perubahan cara belanja masyarakat turut berimbas dengan sepinya pasar-pasar yang ada di Kota Pontianak saat ini," ujar Satarudin, Senin (18/9).
Seperti di negara luar, pandangan Satar dalam menawarkan barang, para pedagang tak lagi dengan cara konvensional. Mereka lebih memanfaatkan digitalisasi dalam menawarkan tiap barang yang dijualnya.
Menurut Satar, perubahan cara berjualan dari yang semula konvensional ke dalam jaringan perlu dicermati oleh pemerintah. Ia tak ingin kios-kios yang sudah ada saat ini justru makin sepi akibat perubahan masyarakat dalam berbelanja ini.
Seperti saat ini diketahui Pemkot Pontianak tengah berupaya mengembalikan kejayaan pasar Kapuas Besar agar bisa kembali ramai seperti zaman 90-an. Caranya dengan merehab gedung tersebut dan rencananya akan dibuat Mal Pelayanan Publik.
Dalam pengoperasiannya nanti, Mal Pelayanan Publik terdapat berbagai macam pelayanan pengurusan administrasi. Disana juga terdapat tempat pusat perbelanjaan. Harapan Wali Kota kata Satar, Mal Pelayanan Publik bisa menjadi magnet agar masyarakat bisa datang dan membeli barang-barang yang dijual oleh pedagang di sana.
"Mudah-mudahan saja bisa ramai," katanya.
Lebih dalam kata Satar, menyikapi perubahan gaya belanja oleh konsumen pastinya harus disikapi serius. Sebab saat ini konsumen bisa menjangkau akses pasar yang begitu luas. Pembeli kini bisa langsung mendapatkan harga murah dari distributor. Akibatnya mereka lebih senang berbelanja secara daring. Jika dibiarkan berlarut ini akan mematikan pemasukan para pedagang.
Oleh sebab itu, perlu adanya regulasi akan perubahan gaya berbelanja masyarakat saat ini. Jangan sampai rantai makanan dalam sektor perdagangan dan UMKM ini justru runtuh akibat perubahan gaya berbelanja masyarakat saat ini.
"Makanya ini perlu diperkuat melalui regulasi, mulai dari tataran pemerintah pusat," ungkapnya. (iza)
Editor : Syahriani Siregar