PONTIANAK - Perkumpulan Filateli Indonesia (PFI) Pontianak bersama PT Pos Indonesia menggelar pameran filateli kuno di Kantor Pos Pontianak.
Pameran ini juga merupakan kolaborasi tiga negara yakni Brunei Darussalam, Malaysia dan Indonesia.
Pameran menampilkan sekitar 500 filateli, berupa prangko koleksi, sampul surat, kartu pos, SHP, souvenir sheet dan lainnya.
Wakil Kepala Kantor Pos Pontianak, Zamroni mengatakan pameran filateli ini bertujuan untuk menggairahkan filateli sekaligus mengenalkan filateli kepada masyarakat, khususnya pelajar.
Menurutnya, belakangan ini minat filateli di kalangan anak-anak muda semakin berkurang. Tidak seperti anak-anak tahun-tahun 1990-an yang animonya cukup tinggi.
“Kami berusaha mengenalkan filateli ini kepada anak-anak sekolah. Sebenarnya ada banyak hal positif yang bisa diambil (dari filateli), seperti sejarah, atau tema-tema tertentu,” katanya, Kamis (21/9).
Menurut Zamroni, pameran filateli biasanya juga dikaitkan dengan event-event tertentu seperti olah raga. Negara pernah mengeluarkan produk filateli, seperti prangko dengan seri atau tema tertentu, seperti seri PON, seri presiden, mulai dari Soekarno, Soeharto dan lain-lain.
“Dari situ kita bisa melihat sejarah perjalanan bangsa Indonesia,” terangnya.
Selain itu, kata Zamroni, ada pula seri pahlawan nasional. Dari seri tokoh pahlawan ini, kita terpacu lagi melihat sejarah dan kiprah tokoh-tokoh pahlawan nasional tersebut.
Melalui pameran, ia berharap filateli lebih dikenal masyarakat secara luas, khususnya bagi pelajar, baik di tingkat SD, SMP maupun SMA.
Selain memiliki nilai sejarah, filateli juga memiliki nilai harga yang fantastis di luar negeri. Bahkan, prangko Indonesia pernah dilelang seharga 3.500 juta dolar Amerika atau senilai Rp 53 miliar.
Salah satu anggota Perkumpulan Filateli Malaysia, Hashim Haji Osman turut hadir dalam pameran ini dan menampilkan koleksinya.
Ia mengapresiasi antusiasme pelajar yang mengunjungi pameran filateli.
“Saya berharap, pameran ini dapat terus ditampilkan, karena dari sekeping prangko banyak pengetahuan yang didapatkan,” katanya.
Sementara itu, seorang pelajar SMAN 1 Pontianak, Rangga Anugrah juga mengaku mendapat banyak pengetahuan melalui pameran koleksi filateli ini.
Tak hanya pengetahuan dari negara Indonesia tetapi juga dari negara serumpun seperti Malaysia dan Brunei. (arf)
Editor : Syahriani Siregar