Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

RS Kota Pontianak Mendapatkan Alat Laparoskopi, Proses Pemasangan Metode Operasi Wanita Semakin Cepat

A'an • Rabu, 27 September 2023 | 20:50 WIB
MEMANTAU: Kepala BKKBN Kalbar, Pintauli Romangasi Siregar melakukan pemantauan langsung pada pasien pascapelaksanaan MOW. ISTIMEWA
MEMANTAU: Kepala BKKBN Kalbar, Pintauli Romangasi Siregar melakukan pemantauan langsung pada pasien pascapelaksanaan MOW. ISTIMEWA

Sebanyak tujuh orang pasien melakukan operasi kontrasepsi mantap pada wanita (MOW) di RS Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Selasa (26/9) pagi. Pada kegiatan itu, pihak Rumah Sakit melakukan operasi kecilnya dengan menggunakan alat laparoskopi, sehingga pengerjaannya lebih cepat. Bagaimana proses MOW tersebut ?

 

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

 

TINDAKAN operasi kontrasepsi mantap metoda operasi wanita (MOW) di RS Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak diikuti oleh tujuh orang pasien. Kegiatan tersebut juga dalam rangkaian kegiatan hari kontrasepsi sedunia kerjasama BKKBN dan RS Kota Pontianak.

Di tahun ini melalui bantuan operasional keluarga berencana (BOKB) fisik dari BKKBN Provinsi Kalbar, RS Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak menerima alat laparoskopi. Alat ini digunakan buat tindakan operasi pemasangan MOW.

Dengan menggunakan alat tersebut, proses operasi kecil MOW berjalan begitu cepat dan tanpa kendala. Demikian dikatakan oleh Direktur RS Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Eva Nurfariah.

Dijelaskan dia, alat laparoskopi ini merupakan unit kontrasepsi MOW yang diberikan oleh BKKBN Kalbar untuk RS. Namun untuk pemeliharaan dan lainnya operasional anggaran ditanggung oleh rumah sakit. Ini merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam mendukung program KB.

Untuk hari ini, penggunaan alat tersebut sudah digunakan untuk melakukan MOW pada tujuh pasien kontrasepsi. Di tahap awal ini, sebenarnya ada delapan pasien akan melakukan MOW, namun ternyata satu pasien berhalangan sehingga pelaksanaan MOW diikuti oleh tujuh pasien.

MOW merupakan alat kontrasepsi mantap jangka panjang. Ke depan, pihak rumah sakit akan memberikan edukasi tentang alat kontrasepsi MOW ini.

Dengan mendapatkan pemahaman tersebut, masyarakat akan lebih banyak mendapat pilihan tentang alkon yang akan digunakan.

Terlebih pelaksanaan operasi MOW ini gratis. Bila menggunakan dana mandiri, biayanya bisa mulai dari Rp3 - Rp 5 juta.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Barat, Pintauli Romangasi Siregar menuturkan, kegiatan pemasangan alkon MOW ini merupakan rangkaian hari kontrasepsi sedunia.

“Alat laparoskopi ini digunakan untuk mempermudah dalam pelayanan KB jenis MOW. Prosesnya juga cepat, yaitu lima sampai sepuluh menit saja sudah selesai,” ujarnya.

Harapannya dengan adanya alat tersebut dalam pelayanan MOW pelayanan bisa lebih cepat. Untuk saat ini di Kalbar baru satu laparoskopi diberikan melalui dana BOKB BKKBN Kalbar untuk RS Kota Pontianak. Ke depan pihaknya akan kembali menyiapkan alat ini dan diberikan ke RS lainnya di Kalbar.(*)

Editor : A'an
#RS Kota Pontianak #mow #BOKB #Laparoskopi #RS Sultan Syarif Mohamad Alkadrie