1.696 Ekor Hewan Peliharaan di Kalbar Divaksin Rabies

A'an • Dipublikasikan Minggu, 8 Oktober 2023 | 11:00 WIB

 

VAKSINASI: Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar Heronimus Hero (kanan) saat acara Vaksinasi Rabies Serentak 2023 pada Peringatan Hari Rabies Sedunia di Untan Pontianak, Sabtu
VAKSINASI: Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar Heronimus Hero (kanan) saat acara Vaksinasi Rabies Serentak 2023 pada Peringatan Hari Rabies Sedunia di Untan Pontianak, Sabtu
 

 

PONTIANAK - Sebanyak 1.696 ekor hewan peliharaan di Kalimantan Barat (Kalbar) mendapatkan vaksinasi rabies gratis serentak yang digelar dalam rangka peringatan Hari Rabies Sedunia 2023.

"Peringatan Hari Rabies Sedunia atau World Rabies Day (WRD) di Kalbar yang dipusatkan di Kota Pontianak sukses digelar. Dari 14 kabupaten atau kota di Kalbar, total 1.696 ekor hewan peliharaan divaksin, " ujar Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero saat kegiatan Vaksinasi Rabies Serentak 2023 gratis di Fakultas Pertanian Untan Pontianak, Sabtu (7/10).

Ia menyebutkan 1.696 ekor hewan yang tervaksinasi rabies tersebut terdiri dari 1.168 ekor anjing, 520 ekor kucing, tujuh ekor kera/monyet, dan satu ekor musang.

"Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat melindungi hewan peliharaan di Kalbar dari rabies dan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi secara rutin kepada hewan peliharaan nya akan semakin meningkat, " jelas dia.

Ia menjelaskan bahwa kasus rabies di Kalbar sempat nihil pada tahun 2014. Namun, saat ini muncul lagi dan sampai sekarang 15 orang meninggal dunia dari 3.400 orang terkena gigitan.

“Program vaksinasi sosialisasi dan edukasi terhadap kasus rabies rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Vaksinasi rabies merupakan perintah dari Kementerian Kesehatan untuk melindungi masyarakat dari penyakit,” kata dia.
Ia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi rabies pada hewan peliharaannya dalam rangka menekan kasus yang ada.

“Vaksinasi menjadi di antara solusi mencegah dan menekan kasus rabies saat ini," kata dia. Ia berharap ke depan tidak ada lagi tambahan kasus rabies. Selain itu, diharapkan masalah pencegahan serta vaksinasi rabies dapat dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal pendidikan dasar.

"Nah, dengan itu agar anak SD pun dapat mengenal tentang rabies," kata dia lagi.
Kegiatan WRD terlaksana berkat kolaborasi antara Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, Dinas Pangan Kalbar, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Universitas Tanjungpura, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Kalimantan Barat, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Kalimantan Barat, dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia.(ant)

 

 

Editor : A'an
kalbar vaksin rabies hewan peliharaan