PONTIANAK - RSUD dr. Soedarso Provinsi Kalimantan Barat bekerjasama dengan dengan Bujang Kurir meluncurkan layanan Bujang Lapok (Layanan Pengantaran Obat Kamek).
Direktur RSUD dr. Soedarso Hary Agung Tjahyadi mengatakan kerjasama ini dilakukan mengurangi penumpukan antrian pasien yang menunggu resep/racikan obat di unit layanan farmasi RSUD dr. Soedarso.
“Kerjasama ini sudah mulai tanggal 12 September 2023,” kata Hary di Pontianak, kemarin.
Hary menjelaskan bahwa selama ini permasalahan yang terjadi adalah baik pasien maupun keluarga pasien menunggu lama di Depo Farmasi RSUD dr. Soedarso untuk menebus obat. Antrian itu ada setelah pasie menjalani pemeriksaan di poliklinik, terutama untuk resep racikan yang memang memerlukan waktu tunggu yang lebih lama.
Lanjut Hary, pihaknya mencatat ada peningkatan kunjungan pasien meningkat 35 persen mulai Juli 2023, sehingga untuk proses pengambilan obat memerlukan antrian yang lebih lama dan bisa memakan waktu kisaran satu jam bahkan lebih.
“Untuk itu kami bekerja sama dengan Bujang Kurir untuk mengantisipasi permasalahan antrian ini,” ujar Hary.
Hary berharap dengan adanya Bujang Kurir di Depo Farmasi RSUD dr. Soedarso Kalimantan Barat dapat mengurai antrian dalam pengambilan obat. Selain itu memberikan solusi bagi pasien/keluarga pasien dengan menawarkan sistem pemesanan obat melalui aplikasi Bujang Kurir.
“Setelah melakukan pemeriksaan di poliklinik RSUD dr. Soedarso, pasien menuju ke Depo Farmasi Rawat Jalan karena disana terdapat booth Bujang Kurir dan selanjutnya pasien/keluarga pasien akan dibantu dan diarahkan tentang mekanisme pengantaran obat melalui aplikasi Bujang Kurir,” terang Hary.
Aiman Arif, selaku Assisten CMO Bujang Kurir mengatakan Layanan Bujang Lapok akan mempermudah pasien dalam antri dan antar obat di unit layanan farmasi, sehingga pasien tak perlu antri menunggu di unit layanan farmasi. Pasien yang ingin menggunakan layanan antri dan antar obat, dapat langsung memesan layanan ini.
Pihak Bujang Kurir juga menyediakan layanan booth customer service offline di RSUD dr. Soedarso Kalimantan Barat yang akan membantu pasien untuk mendapatkan informasi terkait mekanisme pemesanan layanan ini.
Aiman menambahkan bahwa Pasien dapat memanfaatkan layanan antri dan antar obat ini dengan tarif cukup murah yakni mulai dari Rp10.000. proses pengiriman akan dilakukan di hari yang sama juga yang dibagi dengan TIGA batch waktu pengantaran.
Lalu jenis obat yang dilayani untuk didistribusikan adalah jenis obat rawat jalan dan jenis obat untuk program khusus.
“Kedepannya layanan ini akan kami maksimalkan ke seluruh Kota dan Kabupaten di seluruh Kalimantan Barat, mengingat RSUD dr. Soedarso Provinsi Kalimantan Barat merupakan rumah sakit rujukan Masyarakat Kalimantan Barat”, ujarnya.
Dipilihnya Bujang Kurir sebagai mitra dalam kerjasama ini bukan tanpa alasan, mengingat Bujang Kurir adalah platform apps delivery lokal yang berdiri sejak tahun 2015. Dengan pengalamannya bekerjasama dengan berbagai pihak, RSUD dr. Soedarso Provinsi Kalimantan Barat yakin solusi terkait pesan antar obat ini dapat teratasi. (mse)
Editor : A'an