PONTIANAK - Viral di media sosial, video perundungan yang dialami oleh seorang siswa di salah satu sekolah menengah kejuruan di Kota Pontianak.
Dalam video tersebut terlihat seorang siswa laki-laki berpakaian putih abu-abu menjadi bulan-bulanan beberapa siswa lainnya.
Dalam video tersebut terlihat korban ditarik dan dipukuli di bagian kepala.
Tampak juga seorang siswa lainnya yang berdiri dan berjoget di atas meja seolah bahagia melihat korban dipukuli.
Dalam video itu juga tampak seorang siswi berkerudung berusaha melerai aksi perundungan tersebut, namun gagal.
Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kota Pontianak, Niyah Nurniyati membenarkan bahwa memang telah terjadi tindakan perundungan terhadap seorang siswa di salah satu sekolah di Kecamatan Pontianak Utara.
"Perundungan itu dialami seorang siswa yang dilakukan oleh ketiga temannya," katanya, Jumat (3/11).
Niyah menyebutkan, kasus perundungan tersebut terjadi pada Kamis 2 November 2023.
Perundungan bermula karena saling ejek antara korban dan teman-temannya.
Pihak sekolah, lanjut Niyah, pada Jumat pagi 3 November sudah melakukan mediasi antara korban dan ketiga siswa yang melakukan perundungan.
Dari hasil mediasi, mereka sudah saling memaafkan.
"Rencananya pihak sekolah akan memanggil orang tua masing-masing siswa untuk menyelesaikan masalah ini agar hubungan pertemanan anak-anak ini kembali seperti sediakala," ucap Niyah.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Tri Prasetyo, mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dari korban kasus perundungan yang videonya viral di media sosial.
"Nanti akan kami panggil anak-anak yang terlibat perundungan itu termasuk orang tuanya dan kepala sekolah," kata Tri. (adg)
Editor : Syahriani Siregar