Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pesan Pj Gubernur Kalbar di Peringatan HKN ke-56, Komitmen Siapkan Fasyankes yang Lebih Baik

A'an • Minggu, 12 November 2023 | 10:21 WIB

 

TANDA TANGAN: Presiden Joko Widodo menandatangani prasasti peresmian gedung baru RSUD Soedarso Pontianak, 9 Agustus 2022 lalu, dengan disaksikan Gubernur Kalimantan Barat saat itu, Sutarmidji.
TANDA TANGAN: Presiden Joko Widodo menandatangani prasasti peresmian gedung baru RSUD Soedarso Pontianak, 9 Agustus 2022 lalu, dengan disaksikan Gubernur Kalimantan Barat saat itu, Sutarmidji.

Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati pada 12 November setiap tahunnya. Tahun ini, peringatan ke-56 HKN mengusung tema Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju. Yakni kembali menyerukan tentang pentingnya kesadaran seluruh elemen bangsa terhadap kesehatan.

 

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

SEPERTI diketahui, terdapat enam pilar dalam transformasi kesehatan yang disosialisasikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Yaitu layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan, serta teknologi kesehatan.

Berkenaan dengan hal tersebut, khusus di Kalimantan Barat (Kalbar), Penjabat (Pj) Gubernur Harisson menyampaikan, prinsip bidang kesehatan dari sisi pemerintah pada dasarnya ada dua hal.

Pertama, kata dia, adalah health promotion and risk protection atau promosi kesehatan dan perlindungan risiko. Lalu yang kedua early diagnosis and prompt treatment atau diagnosis dini, dan pengobatan segera.

Untuk yang pertama terkait promosi kesehatan dan perlindungan risiko, pemerintah menurutnya harus habis-habisan melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat.

Seperti bagaimana pola hidup yang sehat, kemudian melindungi masyarakat dari risiko-risiko terhadap penyakit, atau hal-hal yang membuat masyarakat rentan terhadap penyakit. “Itu yang harus dilakukan,” tegasnya.

Kemudian, Harisson melanjutkan, yang kedua mengenai diagnosis dini dan pengobatan segera.

Masyarakat diimbau rutin melaksanakan pemeriksaan. Dalam hal ini, pemerintah wajib membangkitkan kesadaran masyarakat agar memeriksakan diri secara teratur di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Nah kalau penyakit dapat diketahui secara lebih awal, maka bisa dicegah agar tidak semakin parah. Dengan diobati secara paripurna prompt treatment itu,” jelas mantan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar itu.

Selain itu, berkaitan dengan salah satu pilar transformasi kesehatan, yakni layanan primer, Harisson mengatakan, pemerintah terus berupaya untuk memperkuatnya.

Mulai dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Puskesmas Pembantu (Pustu), Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), dan lain sebagainya.

“Itu diperkuat dengan tenaga kesehatan yang terampil, dengan melengkapi tenaga kesehatan di situ. Nah, tujuannya (di sana), mereka seharusnya lebih banyak itu tadi, health promotion and risk protection. Kemudian juga melakukan early diagnosis, lalu untuk prompt treatment, kalau tidak bisa karena level Puskesmas, kita harus buatkan sistem rujukan,” paparnya.

Sistem layanan rujukan yang juga termasuk dalam salah satu pilar transformasi kesehatan tadi, disebutkan dia, sudah dimiliki di Kalbar.

Khusus untuk tingkat provinsi ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso. Dimana saat ini, Rumah Sakit (RS) kebanggaan masyarakat Kalbar itu sudah terakreditasi paripurna untuk RS tipe A.

“Kami (Pemprov) sudah mulai meningkatkan upaya-upaya pelayanan kesehatan di situ. Dengan melihat penyakit-penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Kalbar ini,” ujarnya.

Adapun jumlah kasus kematian tertinggi disebutkan dia disebabkan oleh penyakit stroke, jantung, dan kanker. Untuk itu menurutnya harus ada pola perbaikan gaya hidup.

Stroke ini kan (pencegahannya) sebenarnya perbaikan gaya hidup. Gaya hidup itu menyangkut olahraga, makan makanan yang sehat, gaya hidup lebih santai, tidak stres, kemudian olahraga yang teratur, pola makan teratur yang tidak berlebihan, dan tidak makan makanan yang mengandung banyak gula, dan lemak,” terangnya.

Lalu yang tak kalah penting, adalah rajin dan rutin memeriksakan kesehatan ke petugas kesehatan atau dokter.

“Kalau ada hipertensi atau diabetes, cepat-cepat harus diobati, makan obat secara teratur, itu yang kita harapkan,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu itu. 

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov), kata dia, juga terus menyiapkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) dengan mutu yang lebih baik.

Karena itu, untuk penyakit jantung, RSUD Soedarso sudah memiliki Gedung Jantung Terpadu.

Di sana, secara rutin sudah dilaksanakan operasi jantung terbuka, yang bekerja sama dengan Pusat Jantung Nasional Harapan Kita.

"Jadi sudah rutin bedah jantung, kateterisasi jantung, kemudian kita juga ada pusat stroke, pusat kanker. Artinya (untuk kanker) kemoterapi sudah bisa dilakukan di sini (Soedarso),” tambahnya.

Terpisah, Direktur RSUD Soedarso Hary Agung Tjahyadi mengatakan, bulan November ini memang cukup spesial.

Karena selain memperingati HKN pada 12 November, RSUD Soedarso juga bakal merayakan ulang tahun ke-47 pada 24 November 2023 nanti.

Mengenai pelayanan, Hary menjelaskan, sesuai dengan program prioritas nasional, hal serupa juga sudah diimplementasikan di RSUD Soedarso. Yakni berkaitan dengan pelayanan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uro-Nefrologi (KJSU), serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

“Itu satu pelayanan prioritas, dikarenakan memang tingkat kematian dan kecacatan terhadap penyakit ini tinggi. Itu mengapa dipilih Kemenkes secara nasional, bagaimana kita kemudian memberikan layanan untuk menyelamatkan nyawa, dan juga kecacatan,” paparnya.

Terkait pelayanan KJSU dan KIA, lanjut dia, akan terus dikembangkan di RSUD Soedarso.

Di antaranya kini sudah ada Gedung Jantung Terpadu, dengan pelayanan kateterisasi jantung, pemasangan ring, aritmia jantung, serta operasi jantung terbuka di dalamnya.

“Pelayanan jantung terpadu itu bagian dari upaya kami menjadi rumah sakit rujukan utama, di level utama, kaitannya dengan pelayanan jantung,” ungkapnya.

Kemudian untuk kanker, dikatakan dia, juga demikian. Saat ini telah dikembangkan, selain intervensi kanker melalui bedah dan kemoterapi, juga ada radioterapi.

“Radioterapi semua (alat) sudah siap sebenarnya, hanya sekarang sedang uji fungsi, karena uji fungsi cukup lama dan membutuhkan waktu tiga sampai empat bulan. Akhir tahun ini (2023) uji fungsi selesai, awal tahun (2024) Insyaallah radioterapi bisa kami jalankan dengan tenaga yang sudah siap, dari dokter dan tenaga paramediknya sudah ada,” jelasnya.

Dengan adanya pengembangan-pengembangan pelayanan di RS itu, diharapkan bisa meningkatkan, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kalbar.

Seperti bagi pasien kanker, tentu akan bisa memperbesar peluang-peluang kesembuhan. Apalagi khusus layanan-layanan tersebut, diakuinya selama ini masih harus dirujuk ke luar provinsi.

“Tahun depan kami kembali mengembangkan unit pelayanan stroke dan juga uronefro, uronefro ini juga ada ESWL ada PCNL, dan kami sudah mempunyai alat-alat yang di level layanan utama,” terangnya. (*)

Editor : A'an
#Pj gubernur kalbar #Hari Kesehatan Nasional #pontianak