Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kemiskinan Ekstrem di Pontianak Tergolong Tinggi

A'an • Rabu, 15 November 2023 | 14:25 WIB

 

 

Trisnawati
Trisnawati

 

 

KEPALA Dinas Sosial Kota Pontianak, Trisnawati mengungkapkan, terdapat enam ribu kepala keluarga yang masuk dalam indikator kemiskinan ekstrem.

Dari angka itu, temuan kemiskinan ekstrem berada di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Pontianak Utara, Pontianak Barat, dan Pontianak Timur.

"Dari data kami, angka kemiskinan ekstrem di Pontianak ada enam ribu KK atau 4,4 persen. Jika ditotal ini ada 30 ribu jiwa," ungkap Trisnawati kepada Pontianak Post, Selasa (14/12).

Dari 30 ribu jiwa ini, temuannya tersebar di tiga kecamatan. Yaitu Kecamatan Pontianak Utara 2.084 KK, Pontianak Timur 1.735 KK dan Pontianak Barat 1.428 KK.

Untuk kelurahan yang kantong kemiskinannya paling tinggi ada di Kelurahan Sungai Beliung, Tanjung Hilir dan Batulayang.

Lebih dalam, kata dia, kriteria kemiskinan ekstrem dibeberapa lembaga indikatornya berbeda-beda.

Seperti Kemensos dengan Bappenas beda. Belum lagi data kemiskinan yang dikeluarkan dengan BPS juga berbeda.

Dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem di Kota Pontianak, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya dengan cara menggelontorkan program lintas sektor.

Dinas Sosial di tahun ini sudah mengcover biaya BPJS Kesehatan pada masyarakat tidak mampu.

Dengan mengcover jaminan kesehatan pada masyarakat miskin diharap para masyarakat bisa hidup sehat sehingga bisa produktif bekerja.

Selain mengcover BPJS Kesehatan warga tak mampu, di tahun ini Dinsos juga memberikan pelatihan satpam bagi Keluarga Penerima Harapan. Dari informasi yang ia dapati, 25 satpam ini 17 orangnya sudah bekerja.

"Artinya dengan mereka bekerja sudah bisa meningkatkan perekonomian keluarganya," katanya.

Kemudian Dinas Perdagangan juga memberikan bantuan pada pelaku UMKM. Ada lagi Dinas Tenaga Kerja memberikan pelatihan-pelatihan agar masyarakat memiliki skil sehingga bisa menjadi modal mereka untuk bekerja.

"Belum lagi program ketahanan pangan bagi masyatakat tidak mampu. Bantuan terkait biaya sekolah baik dari sana pusat dan daerah.

Beberapa program ini sudah dikucurkan pada keluarga miskin sebagai upaya kami menurunkan angka kemiskinan ekstrem," ujarnya.(iza)

Editor : A'an
#pontianak #kemiskinan ekstrem