PPM di SMKN 8 Pontianak
Dukung Inpres Pengembangan SDM Indonesia
PONTIANAK - Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Pontianak turut mendukung Instruksi Presiden (Inpres) No.9 tahun 2016 tentang pengembangan dan daya saing sumberdaya manusia Indonesia.
Dukungan tersebut dijabarkan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PPM) berupa pelatihan pengoperasian Autocad dan Sketchup bagi siswa SMKN 8 Pontianak.
Keduanya merupakan tools dasar Building Information Modeling (BIM) bidang industri konstruksi pada era revolusi industry 4.0.
Tim PPM Jurusan Teknik Sipil Pontianak, diantaranya Ketua Ikhwan Arief Purnama SKom MT, dengan anggota Hartanto Wahyu Sasongko ST MT, Ir Etty Rabihati MT, Randy Setiawan ST MT, Immanuel Kemenangenta Parangin Angin ST MT, Indah Anjar Reski SPd MPd, Rika Riyanti SH MH, Ir Rasiwan MT, Ir Muhammad Abduh MT, dan Qalbi Haffiyan ST MT.
Ikhwan Arief Purnama menyampaikan, pengembangan potensi siswa SMK sesuai Instruksi Presiden Joko Widodo dan telah diatur dalam SK Mendikbudristrek No.56 tahun 22 tentang penerapan Kurikulum Merdeka.
Kurikulum ini harus memenuhi spektrum keahlian yang ada dalam daftar bidang, berdasarkan kebutuhan dunia usaha, dunia industry, BUMN/D, instansi pemerintah atau lainnya, serta perkembangan Iptek, seni, dan budaya.
“BIM ini seperangkat teknologi, proses kebijakan yang seluruh prosesnya berjalan terintegrasi dalam model digital, kemudia diterjemahkan sebagai gambar tiga dimensi. Dengan memanfaatkan data digital sesuai kondisi fisik sebenarnya, dapat mengoptimalkan identifikasi risiko proyek,” ujarnya.
BIM dan manajemen data memungkinkan evolusi desain, pembangunan, dan pengoperasian proyek menjadi lebih handal, cepat, dan efisien.
Keuntungan implementasi BIM, yaitu: meningkatkan efisiensi dan akurasi melalui koordinasi antar stakeholder konstruksi, proses desain, serta konstruksi menjadi lebih ramping (lean) dan transparan; akurasi perhitungan; menghindari kesalahan selama perencanaan hingga pelaksanaan; serta waktu pelaksanaan lebih cepat.
Ia menjelaskan, SMKN 8 Pontianak di Jl Budi Utomo, Kecamatan Pontianak Utara, merupakan 1 dari 9 SMK di Kota Pontianak yang membuka konsentasi keahlian desain permodelan dan informasi bangunan (DPIB), terkait penerapan BIM.
Terdapat 32 siswa yang mengambil konsentrasi keahlian DPIB di SMKN 8 Pontianak.
“Sebagian besar siswa belum paham konsep BIM. Ini disebabkan materi ajar konsentrasi keahlian PBIG masih sama dengan TBG, karena kurangnya tenaga pendidik yang paham konsep BIM,” tambahnya.
Autocad, salah satu perangkat lunak dalam konsentrasi keahlian DPIB di SMKN 8 Pontianak.
Aplikasi ini hanya menyampaikan gambar dua dimensi, tidak mendukung konsep BIM.
Autocad ini belum sepenuhnya ditinggalkan industri jasa konstruksi. Tetapi perlahan dan pasti, Kementerian PUPR mulai menerapkan BIM. Perangkat lunak yang mendukung konsep BIM adalah Sketchup.
Ia berharap, pelatihan dapat menambah pemahaman siswa tentang konsep BIM. Ini tentunya meningkatkan kompetensi siswa di dunia kerja setelah lulus dari SMKN 8 Pontianak.
“Outputnya kami ingin semakin banyak tenaga kerja yang paham dan dapat menerapkan konsep BIM dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan diikuti 32 siswa konsentrasi keahlian DPIB, didampingi para gurunya. Durasi pelatihan 24 jam pelajaran (JP) dibagi dalam tiga hari; Jumat, Sabtu, Senin; 28-29 dan 31 Juli 2023. Materi yang diberikan antara lain: 1). Mengekspor gambar dari Autocad ke Sketchup (4 JP). 2). Modeling 3D menggunakan Sketchup (8 JP). 3). Rendering menggunakan software tambahan Enscape (4 JP). 4). Penggunaan model BIM pada software Enscape (4 JP). 5). Evaluasi (4JP).
Selain pemaparan materi, para siswa didampingi mahasiswa Polnep, anggota tim PPM, yang langsung memandu mereka mengoperasikan software yang digunakan, jika mengalami kesulitan. Sesi pelatihan dilanjutkan evaluasi dalam dua tahap.
Pertama tes keterampilan menggambar menggunakan Sketchup atau Autocad. Kedua, peserta mengerjakan pre-test dan post-test, mengukur tingkat pemahaman pada konsep BIM.
“Kami bersyukur, hasil post-test menunjukkan pemahaman siswa pada konsep BIM meningkat,” tutupnya. (mde/ser)
Editor : A'an