PONTIANAK - Dewan Pengurus Pusat Majelis Perempuan Melayu Kalimantan Barat (DPP-MPMKB) sudah selesai menggelar Rapat Kerja Pusat(Rakerpus) pada 23 -24 November 2023 di Aula Gedung Fakultas Teknik Universitas Tanjung Pura Pontianak.
Sebanyak 14 Kabupaten dan Kota ikut hadir memaparkan rencana kerja tahunannya.
Selain itu agenda kegiatan juga dibingkai dengan lomba memasak masakan khas daerah, pelatihan jahit, workshop sekaligus pemberian hadiah uang tunai kepada peserta lomba dan pelatihan.
Ketua Umum DPP MPMKB Kalbar, Sulha Akhmad berharap semua jajaran DPP MPMKB dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat, baik instansi terkait maupun perusahaan, dan lain sebagainya.
"Program yang akan dijalankan nantinya harus bermanfaat. Bukan saja untuk pengurus, tapi bermanfaat bagi masyarakat banyak, terutama pemberdayaan ekonomi perempuan," ucap dia.
Sulha menambahkan bahwa para perempuan memiliki peran besar dalam membangun kebudayaan dan perekonomian keluarga. Oleh karenanya, medium melestarikan budaya juga bervariatif.
Mulai di tingkat sederhana yaitu ibu kepada anaknya, pendidikan sekolah, hingga institusi tinggi pengambil kebijakan politik, ekonomi dan lainnya.
Di sisi lain, Sulha berpesan kepada para pengurus bahwa organisasi dibawah pimpinanya bukan organisasi politik.
Namun organisasi penghimpun perempuan melayu di kalimantan barat.
"Silahkan berjuang mempergunakan perahu apa saja. Tetapi jangan libatkan majelis perempuan melayu Kalbar untuk mendukung siapa, dari bendera apa," jelasnya.
"Para perempuan Melayu Kalimantan Barat, akan selalu membangun kolaborasi baik dengan harapan perempuan Melayu dapat berperan aktip dalam segala hal," timpal dia.
Dr Firdaus Zarin, Ketua Umum MABM Kota Pontianak menambahkan bahwa para perempuan Melayu Kalbar, memiliki peranan penting dalam membangun budaya bangsa dalam membangun integritas perempuan di Kalbar.
"Saya memberikan apresiasi kepada majelis Perempuan Melayu, yang sudah berperan aktiv kegiatannya dan tersebar kemana mana di sosial media.
Saya berharap Majelis Perempuan Melayu terus eksis dan terus menjalankan program kerja yang sudah disusun," pungkas Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak ini.
Selama dua hari kegiatan, selain Workshop dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah UMKM Kota Pontianak yakni mendaftarkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah agar bisa terdaftar resmi.
Acara puncaknya sendiri yakni, pengumuman peserta pemenang dan pembagian hadiah. Juara Lomba Makanan Khas Daerah untuk juara 1 disabet Kabupaten Sambas, juara kedua diperoleh Kota Pontianak dan juara ketiga dari Kabupaten Mempawah.(rel)
Editor : A'an