PONTIANAK - Dedikasi serta keikhlasan yang tinggi dari seorang guru bernama Meries, untuk mencerdaskan murid-muridnya di wilayah perbatasan Kalimantan Barat (Kalbar), mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar.
Guru honorer Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang itu mendapat hadiah satu unit sepeda motor.
Hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Disdikbud Kalbar Rita Hastarita di Halaman Kantor Disdikbud Kalbar, Selasa (28/11) pagi.
Selama delapan tahun mengabdi sebagai guru honorer di SMK wilayah perbatasan Kalbar-Sarawak, Meries selalu berjalan kaki, baik saat pulang maupun pergi ke sekolah.
Jarak rumah kontrakannya dengan SMKN 1 Ketungau Hulu sekitar satu kilometer.
Jadi, dalam satu hari, Meries harus berjalan kaki sejauh dua kilometer untuk mengajar.
Keterbatasan karena tidak memiliki kendaraan pribadi, dan tinggal di wilayah perbatasan yang minim fasilitas, tak menjadi halangan baginya untuk terus mendidik para pelajar di sekolah tersebut.
Bahkan Meries rela mengajar beberapa mata pelajaran di luar keahlian utamanya sebagai guru agama kristen. Ia juga mengajar mata pelajaran kejuruan, dan sejarah.
Alasan kuat yang membuatnya ingin terus mengabdikan diri sebagai guru di wilayah terpencil hanya satu. Ia ingin melihat warga di sana, anak-anak didiknya menjadi manusia yang terpelajar.
“Saya ingin melihat anak-anak yang saya ajar menjadi orang-orang yang terdidik, terpelajar, kemudian menjadi orang yang sukses, secara khusus untuk generasi penerus bangsa di daerah perbatasan. Itu yang membuat saya semangat setiap hari,” katanya saat diwawancarai awak media usai menerima hadiah sepeda motor di Kantor Disdikbud Kalbar.
Meries merasa bersyukur dan senang karena bisa mendapat apresiasi dari orang yang menurutnya luar biasa menginspirasi para guru termasuk dirinya, yaitu Kepala Disdikbud Kalbar Rita Hastarita.
“Semoga saya bisa tetap semangat, belajar dari beliau (Rita Hastarita) dalam menjalankan tugas, secara khusus untuk mencerdaskan generasi bangsa,” ungkapnya.
Saat ini, Meries juga tengah menjalani tes sebagai guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ia berharap prosesnya berjalan lancar, dan lulus, agar ia bisa segara berubah status menjadi guru PPPK.
“PPPK saya ikut (tes tahun ini). Kami (tes) ke provinsi sini. Tesnya masih dalam proses, belum ada pengumuman kelulusan," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Disdikbud Kalbar Rita Hastarita menjelaskan, pemberian hadiah sepeda motor tersebut merupakan program dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2023.
Sebelum itu, pihaknya telah meminta Musyawarah Kepala SMK untuk menyeleksi guru-guru yang ada di wilayah perbatasan, atau daerah pedalaman.
Kriterianya adalah guru yang memiliki kinerja tinggi dalam mengajar, memiliki keterbatasan secara finansial, dan diutamakan masih berstatus honorer.
“Karena Bu Meries ini guru honorer, dan salah satu kriterianya adalah yang belum memiliki kendaraan karena keterbatasan secara finansial. Jadi untuk mempermudah nanti mengajar, Bu Meries kami berikan kendaraan bermotor,” ujarnya.
Rita memastikan apresiasi ini memang layak diberikan karena guru perempuan itu sehari-hari bekerja dengan berjalan kaki pulang pergi dari rumah ke sekolah.
“Kemarin hanya ada dua kandidat yang masuk. Hanya saja, satunya sudah PNS. Jadi, kami utamakan yang honorer. Selain itu, yang PNS itu baru tahun 2020 mengajar, sedangkan Bu Meries ini dari 2016, dan masih honorer. Ini bentuk apresiasi kami kepada guru honorer. Hadiah motor ini kami berikan untuk (hak milik) pribadi,” tutupnya. (bar)
Editor : Syahriani Siregar