PONTIANAK - Ekspor dan Impor Kalimantan Barat pada Oktober 2023 naik. Ekspor tercatat senilai USD214,19 juta, naik 34,84 persen dibandingkan September 2023.
Lalu impor Oktober 2023 senilai USD62,80 juta, naik 46,35 persen dibandingkan September 2023.
"Nilai ekspor Kalimantan Barat Oktober 2023 naik 34,84 persen dibanding September 2023 yaitu dari USD158,85 juta menjadi USD214,19 juta. Sedangkan nilai impor Kalimantan Barat Oktober 2023 naik 46,35 persen dibanding September 2023 yaitu dari USD42,91 juta naik menjadi USD62,80 juta," kata kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat Muhammad Saichudin di Pontianak, kemarin.
Saichudin mengatakan bahan kimia anorganik; lemak dan minyak hewan/nabati; serta karet dan barang dari karet merupakan tiga golongan barang unggulan ekspor Kalimantan Barat Oktober 2023, yaitu masing-masing berkontribusi 41,69 persen, 28,36 persen, dan 6,67 persen.
Lalu Tiongkok, India, dan Malaysia merupakan tiga negara tujuan ekspor Kalimantan Barat terbesar pada Oktober 2023, masing-masing mencapai nilai ekspor USD71,13 juta, USD54,79 juta, dan USD27,78 juta dengan kontribusi USD153,70 juta atau 71,76 persen.
"Tujuan ekspor Kalimantan Barat Oktober 2023 masih didominasi negara Asia (9 negara utama), yaitu dengan kontribusi sebesar 91,21 persen, sedangkan kontribusi terhadap total ekspor ke negara utama lainnya (Australia) sebesar 5,87 persen, serta 2,92 persen sisanya berasal dari negara lainnya," terang Saichudin.
Lalu untuk impor, mesin-mesin/pesawat mekanik, bahan bakar mineral, dan gandum-ganduman merupakan penyumbang impor terbesar Kalimantan Barat pada Oktober 2023.
Menurut Saichudin, ketiga golongan barang tersebut menyumbang masing-masing 62,15 persen, 21,37 persen, dan 4,51 persen dengan kontribusi 88,03 persen. Tiongkok, Malaysia, dan Singapura merupakan tiga negara pemasok terbesar impor Kalimantan Barat pada Oktober 2023.
"Masing-masing 69,03 persen, 14,78 persen, dan 7,21 persen, dengan kontribusi USD57,16 juta atau 91,02 persen dari keseluruhan nilai impor Kalimantan Barat," jelas Saichudin.
Saichudin menambahkan sebagian besar impor Kalimantan Barat berasal dari Asia (7 negara utama) yaitu senilai USD61,94 juta atau 98,63 persen, sedangkan kontribusi terhadap total impor yang berasal dari negara utama lainnya (Pantai Gading dan Ghana) adalah sebesar 0,96 persen, serta 0,41 persen berasal dari negara lainnya. (mse)
Editor : Syahriani Siregar