Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Peluang Bisnis Bulu Ayam yang Belum Tersentuh

A'an • Senin, 11 Desember 2023 | 13:06 WIB
Bulu ayam yang sering dibuang begitu saja ternyata menyimpan peluang bisnis yang cukup menjanjikan.
Bulu ayam yang sering dibuang begitu saja ternyata menyimpan peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

 

PONTIANAK - Unggas terutama ayam merupakan sumber protein hewani yang baik dan harganya masih terjangkau oleh masyarakat luas, sehingga permintaan akan daging ayam terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pemotongan ayam di Kalimantan Barat pada tahun 2022 mencapai43.792.967 ekor (BPS,2023).

Dimanapemotongan ayam sebagian besar masih dilakukan secara konvensional meskipun terdapat 3rumah potong ayam yang sudah menggunakan teknologi modern (Kota Singkawang dan Kab. Kubu Raya).

 Baca Juga: Terpeleset, Seorang ABK di Sungai Beliung Pontianak Barat Tenggelam

Salah satu limbah padat dari pemotongan ayamadalah bulu. Bulu Ayam merupakan Limbah dari tempat pemotongan ayam (TPA) dan Rumah Pemotongan Ayam (RPA) dengan jumlah berlimpah dan terus bertambah seiring meningkatnya populasi ayam dan tingkat pemotongan sebagai akibat meningkatnya permintaan daging ayam di pasar.

Photo
Photo

Bulu ayam memiliki nilai ekonomis tinggi dimana dapat dipergunakan sebagai sumber protein untuk pakan ternak ruminansia, ternak unggas bahkan hewan kesayangan, memiliki kandungan protein sebesar 80-90 persen  melebihi protein pada kedelai (42,5 persen).

Sampai saat ini belum banyak dimanfaatkan dan hanya sebagian kecil saja yang dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat kemoceng, pengisi jok, pupuk tanaman, kerajinan tangan/hiasan, dan shuttle cock (Adiati et al., 2004).

Ayam menghasilkan rata-rata bulu 4-9 persen dari bobot hidup. Kandungan nutrisi bulu ayam mengandung sekitar 91 persen protein (keratin), 1 persen lipid, dan 8 persen air (Arifin, 2008).

Sedangkan, menurut (Imaniar R, 2019) produksi bulu ayam per ekor adalah 9,6 persen dengan asumsi berat hidup ayam broiler 1,5 kg per ekor.

Bulu ayam yang tidak dimanfaatkan dibuang begitu saja di lingkungan sekitar tempat pemotongan ayam dan rumah potong ayam, sehingga dapat menimbulkan bau yang tidak sedap.

Selain itu, menjadi tempat bersarangnya penyakit, dan biasanya sangat mengganggu kesehatan manusia (Periasamy dan Subash, 2004).

Berpotensi menimbulkan penyakit zoonosis (penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya), seperti flu burung (Yamamoto, 2010).

Dampak lain, yaitu dapat menurunkan kualitas tanah karena limbah bulu ayam sangat sulit terdegradasi di lingkungan atau proses dekomposernya memakan waktu yang cukup lama.

Hal ini dikarenakan sebagian besar proteinnya berupa keratin atau protein fibrous berupa serat.

Keratin adalah produk pengerasan jaringan epidermal tubuh seperti kuku, rambut, dan bulu yang tersusun atas protein serat (fibrous) yang kaya akan sistein dan sistin (Suntornsuk dkk., 2005; Sinoy dkk., 2011).

Oleh sebab itu, limbah bulu ayam resisten terhadap perombakan atau degradasi dan merupakan masalah serius di lingkungan (Savitha dkk., 2007).

Sehingga perlu dilakukan pengolahan dan penanganan untuk dapat menghasilkan manfaat yang lebih baik, seperti diolah sebagai pupuk dan kerajinan kemoceng, bahan shuttle cock dan lukisan (Abubakar dkk., 2000). 

Peluang Bisnis Bulu Ayam

Pada tahun 2022 jumlah pemotongan ayam ras pedaging / broiler di provinsi Kalimantan Barat sebanyak 43.792.967 ekor (BPS, 2023).

Produksi bulu ayam per ekor adalah 9,6 persen, sehingga dapat diproyeksikan volume bulu ayam dalam satu tahun (Imaniar R, 2019). Bulu ayam dapat dijual dengan beberapa sediaan sebagai berikut:

Bulu Ayam Basah Mejadi Bulu Ayam Kering,untuk memproduksi bulu ayam kering tidak begitu sulit, hanya menjemur bulu ayam dibawah teriknya matahari sampai kering atau selama 5-7 jam.

Dari bulu ayam basah menjadi bulu ayam kering terjadi penyusutan berat 50 persen. Bulu ayam basah sangat mudah didapatkan, dijual sangat murah bahkan Rumah Potong Ayam modern di Kabupaten Kubu Raya memberikan secara cuma-cuma bagi yang mau menampung bulu ayam basah tersebut.

Berdasarkan wawancara dengan salah satu pelaku usaha bulu ayam di Pontianak, limbah bulu ayam basah tanpa diproses diperjualbelikan dengan harga paling tinggi Rp 200 per kg.

Sedangkan harga bulu ayam kering dapat dijual dengan harga Rp1.400-Rp1.500 per kg.

Tepung Bulu,berasal dari bulu ayam kering yang diolahsebagai bahan baku pembuatan pakan ternak dan juga pupuk organik.

Pengolahan bulu ayam untuk pakan ternak tidak cukup dikeringkan kemudian digiling, tetapi harus melalui suatu proses pengolahan dikarenakan nilai kecernaan bulu ayam rendah, hanya sekitar 5,8 persen meskipun kandungan protein kasarnya cukup tinggi.

Nilai kecernaan yang rendah tersebut disebabkan karena bulu ayam sebagian besar terdiri atas keratin yang digolongkan dalam protein serat.

Keratin dapat dipecah melalui reaksi kimia dan enzim, sehingga di dalam saluran pencernaan tripsin dan pepsin dapat mencernanya (Erlita et al.,2016).

Memiliki kandungan protein yang tinggi, yaitu 80-90 persen dari bahan kering, melebihi kandungan protein kasar bungkil kedelai (42,5 persen) dan tepung ikan (66,5 persen) (Adiati dan Puastuti, 2004).

Komposisi kimia tepung bulu ayam yang belum difermentasi adalah 81 persen protein, 1,2 persen lemak, 86 persen bahan kering, dan 1,3 persen abu (Zerdani dkk., 2004), selain itu juga tepung bulu ayam mengandung mineral kalsium 0,19%, fosfor 0,04%, kalium 0,15% dan sodium 0,15% (Kim dan Patterson, 2000). Berdasarkan kandungan gizinya, bulu ayam dapat dijadikan pakan hewan, salah satunya sebagai bahan pakan ikan (Imansyah, 2006).

 

Photo
Photo

Pupuk organik,sediaan pupuk organik biasanya berupa padat atau cair. Kompos padat dengan bahan dasar bulu ayam mampu menyediakan N total sebesar 7,23%; P 0,52 %; dan K 0,39% (Pardiansyah, 2013).

Bulu ayam dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan pupuk kompos cair dengan komposisi limbah bulu ayam 40 kg, ditambah dedak padi 40 kg, air 16 liter, gula 80 gram, MOL papaya 400 ml (Kusmiadi et al., 2015; Nappu,2011).

Pupuk organik berbahan baku bulu ayam pada saat ini belum ada diproduksi dan dipasarkan secara massal. Pembuatan pupuk berbahan baku bulu ayam baru dilakukan hanya untuk penelitian dan penggunaan sendiri.

Berdasarkan kondisi keberadaan pelaku usaha bulu ayam di Pontianak dan peluang bisnis bulu ayam, maka UMKM dapat membaca peluang tersebut.

Dimana sebagai langkah awal memulai bisnis tersebut, UMKM dapat mengambil limbah bulu ayam dari tempat pemotongan unggas dan rumah potong unggas di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya yang “dibuang” ditempat sampah.

Jika UMKM dapat memanfaatkan limbah bulu ayam tersebut, kemudian mengeringkannya dan dapat memasarkan ke pabrik-pabrik pembuat pakan yang ada di pulau Jawa, tentunya hal ini merupakan bisnis yang menjanjikan mengubah limbah menjadi rupiah.

Di Kabupaten Tegal terdapat Pakan Ternak ayam produksi Gunungpur Farm dan memiliki prospek pemasaran yang bagus.

Sejauh ini perusahaan tersebut memiliki 10 reseller dan dapat memasarkan produknya ke kabupaten Tegal, Kota Tegal, Pemalang, dan Kabupaten Brebes (Desta, L. K, 2020).

Beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari bisnis bulu ayam, yaitu: (1) Pasar yang luas dan potensi pasar yang terus berkembang. (2) Harga bulu ayam tergantung pada kualitas dan ukuran bulu. (3) Modal awal relatif kecil. (4) Peluang bisnis yang fleksibel dan dapat dilakukan dari rumah. (5) Dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.

Pemasaran bulu ayam dapat dilakukan secara offline dan online.Pemasaran online, yaitu usaha perencanaan kiat-kiat untuk menjual produk secara online.

Strategi tersebut nantinya akan menghasilkan profit jika dilakukan dengan baik. Yang paling utama adalah kepuasan konsumen karena promosi online hanya mengandalkan visual (Marwan, 1991).

Media sosial merupakan alat komunikasi yang efektif dalam bisnis karena tidak hanya memiliki kemampuan untuk mendapatkan pangsa pasar, tetapi juga memiliki jangkauan yang luas dalam membangun jaringan dengan pelanggan baru.

Fitur ini dapat menghubungkan banyak orang agar bisa memikat konsumen, mengenalkan produk dan tujuan utamanya untuk peningkatan pendapatan (Wardani et al. 2021).

Tuten, dan Solomon (2017), mengatakan pemasaran menggunakan media sosial merupakan langkah yang baik untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai upaya menyalurkan komunikasi, berbagi gambar dan video, serta membuat penawaran yang berharga kepada konsumen. Menurut Gunawan (2019), strategi pemasaran online menggunakan media sosial berupa WhatsApp, Facebook, TikTok.

Facebook merupakan salah satu situs media sosial yang popular pada saat ini (Suryani, 2014).

Terdapat empat keunggulan dalam melakukan kegiatan facebook marketing, yaitu biaya promosi murah, berteman sambil promosi, saran pasar yang tertarget,dan facebook marketing cocok untuk membangun kredibilitas dan branding.

Facebook marketing juga memiliki kelebihan mudah diakses, termasuk website yang paling sering dikunjungi, menyediakan fungsi informasi, menyediakan kolom untuk mengisi berbagai informasi pemakainya, fokus segmentasi pasar, mudah diakses, kemudahan berkomunikasi, adanya umpan balik, selalu terhubung, low budget (100%), gelombang baru pemasaran (Muttagin, 2011)

Pemasaran online mengunakan facebook erat kaitannya dengan pemasaran konvensional yang bertujuan dalam pencapaian target konsumen serta produk yang akan dipasarkan.

Untuk mencapai hal tersebut, dapat melakukan kegiatan pemasaran bulu ayam menggunakan bauran pemasaran (marketing mix), yaitu produk, harga, tempat dan promosi.

Produk,yang dipasarkan adalah bulu ayam yang berasal dari tempat pemotongan ayam dan rumah potong ayam yang memiliki sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV), bebas AI (Avian influenza).

Pengeringan mengunakan sinar matahari atau mesin pengering bulu, ukuran bulu (besar dan kecil) dan warna bulu (kuning dan putih).Untuk mendeskripsikan bulu ayam tersebut dapatdilengkai dengan video dan gambar yang menarik dan jelas.

Harga, adalah sejumlah uang yang dibayarkan terhadap suatu produk (barang ataupun jasa) atau jumlah nilai yang dibayar konsumen untuk mendapatkanmanfaat dari produk tersebut(Kotler dan Amstrong,2001). Harga bulu ayam yang dijual dipengaruhi oleh ukuran, warna, dan kebersihan bulu ayam.

Tempat, mengidentifikasi platform media sosial yang tepat, penting untuk dilakukan agar memahami dengan jelas target audiens hal ini berguna untuk mengetahui target pasar dan cara audiens berinteraksi dengan internet (Yuliandhari et al., n.d., 2023).

Contoh platform media sosial yang menyediakan tempat berjualan selain untuk berbagi cerita dan status adalah Facebook, yaitu dengan Facebook Marketplace yang dapat digunakan untuk menjual dan mempromosikan produk yang dapat menjangkau seluruh pengguna facebook.

Penjualan online melalui platform Facebook Marketplace yang penggunaannya cukup mudah, dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun serta dapat menjangkau ke seluruh pengguna Facebook sehingga promosi produk dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

Promosi, adalah semua jenis kegiatan pemasaran yang ditujukan untuk mendorong permintaan (Swastha dan Irawan, 1990).

Untuk membuat promosi di media sosialpenting untuk mengetahui kapan konsumen memiliki waktu untuk bersantai melihat iklan yang dibuat.

Platform media sosial facebook yaitu pukul 13.00 hingga pukul 16.00, adalah waktu terbaik untuk memposting konten iklan.

Potensi pasar bulu ayam sangat luas tidak hanya di daam negeri tapi diluar negeri karena adanya permintaan dari negara-negara maju yang memproduksi produk fashion dan kerajinan tangan.

Bulu ayam dari Indonesia memiliki keungulan dalam hal kualitas dan warna bulu yang beragam.

Beberapa produk yang mengunakan bulu ayam sebagai bahan baku antara lain bantal, guling, boneka, syal, topi dan aksesoris fasion lainnya.

Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor bulu ayam antara lain Amerika Serikat, Inggris, Jepang dan China.(mde/ser)

Editor : A'an
#bulu ayam #ayam #bisnis