Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Stok Sayur di Pontianak jelang Natal Dipastikan Aman

Syahriani Siregar • Kamis, 21 Desember 2023 | 18:06 WIB
Ilustrasi pasar sayur. (Jawa Pos)
Ilustrasi pasar sayur. (Jawa Pos)

PONTIANAK - Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Bintoro memastikan, stok sayur mayur jelang perayaan Natal dalam keadaan aman.

Pengecekan bemacam kebutuhan pokok termasuk sayur ini dilakukan berkelanjutan sebagai langkah intervensi kelangkaan komoditi.

"Stok cadangan pangan di Pontianak aman. Untuk cadangan beras di Bulog masih 4.500 ton. Untuk ketersediaan beras di penyedia rerata masih menyimpan 400 ton. Begitu juga dengan gula pasir stoknya masih tercukupi," ujar Bintoro kepada Pontianak Post, Rabu (20/12).

Untuk stok sayuran baik dari Pulau Jawa ke Pontianak juga tercukupi. Seperti komoditi kol, wortel, cabai keriting, kentang, sawi putih, kunyit dan jahe sejauh ini distribusinya masih lancar.

Mengenai harga sejauh ini belum ada kenaikan. Kecuali jika harga BBM naik mungkin bisa ikut berpengaruh pada harga sayur mayur termasuk komoditi sayuran yang didatangkan dari Pulau Jawa ini.

Begitu pula untuk produksi sayur mayur asal Pontianak. Produksinya lancar. Seperti sawi keriting, sawi manis, sawi ateng, sawi hijau, lobak, bayam dan kangkung.

Rencana Tim Satgas Pangan dari pusat juga akan melakukan pemantauan bahan pangan di Kota Pontianak.

Kesemua dilakukan dalam upaya menekan terjadinya kenaikan harga bahan pangan di pasar-pasar tradisional.

Anggota DPRD Kota Pontianak Anwar Ali mengatakan untuk sayur mayur menjadi tambahan pelengkap makanan di perayaan hari Natal. Sejauh ini stok sayur masih aman.

"Saya berharap sampai akhir tahun stok sayur mayur aman. Turun naiknya harga sayur ini kata dia, ada kaitannya dengan BBM. Jika BBM langka bukan tak mungkin harga sayur jadi tinggi," katanya.

Sebab untuk distribusi sayuran ke pasar-pasar masih menggunakan kendaraan sebagai transportasi utama.

Namun jika BBM langka akan membuat distribusi sayuran juga terdampak. BBM sulit dicari, harga menjadi naik.

Dampaknya juga berpengaruh dengan harga sayur mayur di pasar.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pontianak, Mujiono mengatakan, pemerintah mesti menjamin ketersediaan bahan pokok jelang Natal 2033 dan Tahun Baru 2024.

Selain soal ketersediaan, Pemerintah Kota Pontianak juga mesti menjamin stabilitas harga bahan pokok 

"Biasanya permintaan pangan di pasaran akan mengalami peningkatan saat hari besar, seperti Natal dan Tahun Baru. Pemkot harus bisa memastikan seluruh ketersediaan pangan untuk masyarakat di Kota Pontianak tersedia," ujar Mujiono.

Menurut Mujiono, berdasarkan hukum pasar, semakin tinggi permintaan akan berbanding lurus dengan harga.

Semakin tinggi permintaan maka harga pasaran sebuah komoditas akan mengalami peningkatan.

Oleh karena itu penting bagi pemerintah juga melakukan antisipasi terhadap kemungkinan lonjakan kenaikan harga barang pangan yang akan turut memberi kontribusi terhadap inflasi di daerah.

"Langkah antisipasi dan strategis wajib dilakukan oleh Pemkot untuk mensikapi terjadinya lonjakan harga pangan jelang Hari Raya Natal dan masuknya tahun baru 2024," ujarnya.

Ia menilai langkah terdekat yang mungkin bisa dilakukan oleh Pemerintah di Kota Pontianak adalah melakukan giat operasi pasar.

Langkah tersebut dinilai Legislator Kota Pontianak itu cukup efektif untuk stabilisasi harga bahan pangan yang cendrung terjadi kenaikan.

"Dua bulan terakhir harga besar merupakan salah satu komoditas yang punya tren mengalami kenaikan. Meski tak begitu signifikan, kenaikan itu saya nilai bisa memberikan beban tambahan bagi masyarakat," pungkasnya. (iza)

Editor : Syahriani Siregar
#sayur #natal #Aman #dinas pangan