Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Waspada, ini Empat Penyakit Terbanyak di Kota Pontianak Tahun 2023

Shando Safela • Jumat, 29 Desember 2023 | 13:12 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PONTIANAK - Jumlah kasus hipertensi di Kota Pontianak tercatat paling tinggi sepanjang tahun 2023, disusul gangguan pencernaan, flu, hingga Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Jumlah kasus pada tahun ini juga mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2022.

Empat penyakit dengan kasus tertinggi berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kota Pontianak yakni hipertensi 28.382 kasus, pencernaan terganggu 24.806 kasus, nasopharyngitis akut (flu biasa) 24.100, serta ISPA bagian atas 23.908 kasus. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko mengatakan data yang dihimpun tersebut berasal dari puskesmas berdasarkan kunjungan warga.

“Jumlah ini tidak menunjukkan jumlah orang atau penderita, karena bisa jadi dalam satu tahun orang bisa berkunjung dua sampai tiga kali,” tuturnya.

Dia mengatakan, penyakit pencernaan yang berada di posisi kedua dengan jumlah kasus terbanyak tersebut seperti maag, diare, dan lainnya. Selanjutnya, kata dia, adalah penyakit yang menyerang pernapasan, seperti flu dan ISPA. Kencing manis juga menjadi 10 penyakit dengan jumlah terbesar di Kota Pontianak.

Bila dibandingkan dengan tahun 2022, secara umum jumlah kasus penyakit menular maupun tidak menular mengalami kenaikan. Hipertensi misalnya, tahun 2022 sebanyak 20.924 atau lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun ini.

“Bisa jadi kasusnya memang banyak (meningkat, red) atau karena kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk memeriksakan diri ke puskesmas,” paparnya.

Selain itu, tambahnya, bila tahun ini hipertensi tercatat paling tinggi jumlah kejadiannya, maka tahun lalu kasus terbesar adalah ISPA yakni sebesar 21.258. “Tahun 2022, paling besar ISPA, sedangkan hipertensi pada nomor dua,” terangnya.

Saptiko menyebut tingginya kasus hipertensi tidak terlepas dari perilaku individu yang mengonsumsi minyak dan garam secara tidak terkontrol, jarang olahraga, merokok, sering begadang, kurang tidur, hingga stress. Hipertensi menurutnya tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena bisa menjadi pemicu penyakit serius seperti stroke dan jantung.

“Kita mengharapkan masyarakat sering melakukan skrining hipertensi, agar bisa diantisipasi, bisa terkontrol dan tidak membahayakan,” paparnya.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengontrol gula, garam dan lemak. Tak lupa pula, katanya, berolahraga secara rutin. Pemerintah Kota Pontianak saat ini sudah menyediakan fasilitas trotoar yang memungkinkan warga melakukan aktivitas olahraga di sana seperti jalan kaki ataupun jogging.

Selain penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyakit menular, sebuat saja flu. Salah satu cara mencegah penyakit ini adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh, serta menggunakan masker agar tidak menularkan kepada yang lain.

Saptiko menambahkan, tahun 2024 akan tetap menekankan konsentrasi pada pencegahan dan penanganan penyakit infeksi yang menular dan penyakit tidak menular. Selain itu, hal menjadi yang kewaspadaan bersama adalah wabah penyakit dari luar negeri.

“Kita selalu memonitor penyakit yang terjadi di negara lain dan berpotensi menjadi wabah,” pungkasnya. (sti)

Editor : Shando Safela
#hipertensi #kalbar #pontianak #Pontianak 2023-2028