PONTIANAK – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menghadiri perayaan Natal Oikumene yang digalat di Rumah Radakng Pontianak, Jumat (5/1) sore.
Perayaan Natal Bersama yang melibatkan sekitar kurang lebih 10 ribu umat Nasrani se-Kalimantan Barat itu sekaligus upaya mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan toleransi antarumat beragama.
Menag Yaqut Cholil Qoumas menilai perayaan ini merupakan hari Istimewa bagi umat Kristen dan Khatolik karena izin Tuhan.
"Umat Kristen dan Khatolik disadarkan kembali untuk memahami sepenuhnya dari tema natal ini, karena tema Natal ini mengajak kita semua untuk masuk dalam karya penyelamatan Tuhan dan Sang Juru Selamat agar damai sejahtera,” katanya.
Ia mengatakan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan keragaman suku, ras, agama, adat, dan bahasa.
“Dan ini terlintas dari kita semua bagaimana kebaikan Tuhan atas bangsa yang penuh keberagaman ini, jika bukan karena kebaikan Tuhan, maka perbedaan yang kita miliki akan menjadi sumber perpecahan, tetapi karena kebaikan Tuhan perbedaan itu menjadi alat pemersatu bagi kita semua,” tuturnya.
Melalui Natal Oikumene 2023 di Kalbar, dirinya yakin dapat menginspirasi semua pihak tentang pesan Damai Natal.
“Saya muslim, dan sebagian tamu undangan yang lain mugnkin juga muslim. Dan kami yang muslim ini memegang teguh keyakinan dan kebenaran agama yang kami, namun tidak ada sedikit pun alasan dari kami yang muslim untuk tidak bersaudara dengan Bapak, Ibu, saudara umat Kristiani,” katanya.
“Tidak boleh ada hambatan persaudaraan antarkita meskipun kita berbeda agama dan keyakinan. Yang sama jangan dibeda-bedakan, yang beda tidak perlu disama-samakan,” sambungnya.
Menurutnya, merayakan segala sesuatu yang berbeda dan menyamakan segala sesuatu yang sesungguhnya sudah berbeda, merupakan suatu yang mustahil.
“Biarkan yang berbeda tetap berbeda, tidak perlu disama-samakan, yang sama tidak perlu dibeda-bedakan, yang terpenting adalah menjaga persatuan dan kesatuan, dan menyadari sepenuhnya bahwa kita adalah makhluk Tuhan,” tandasnya.
Selain Menteri Agama, hadir pula Penjabat Gubernur Kalbar Harisson, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Iwan Setiawan, Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, Ketua PGI Kalbar Paulus Ajong, serta sejumlah pejabat di Kalbar lainnya.
Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus menyampaikan Tema Natal 2023 yakni Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi.
Oleh karenanya, ia berpesan agar seluruh umat untuk menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian di Kalimantan Barat, terlebih saat ini sedang dalam masa kampanye Pemilu 2024.
“Dengan berpegang pada prinsip bahwa Allah harus dimuliakan, maka politik identitas, politik uang, penyalahgunaan jabatan, serta segala usaha yang menghalalkan segala cara untuk kemenangan dengan mengorbankan orang lain bukanlah perjuangan politik Kristiani. Semangat Natal yang penuh kedamaian dan suka cita hendaknya menjadi penggerak untuk terlibat secara aktif kehidupan berbangsa lebih bermartabat demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kalbar yang beragam suku dan bangsa untuk senantiasa bersama menyatukan satu persepsi, dalam menjaga kedamaian serta bersama mewujudkan Indonesia tanpa kemiskinan dan kebodohan demi kesejahteraan.
Sementara Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Iwan Setiawan dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat mewujudkan Kalbar menjadi provinsi tertoleran se-Indonesia.
“Dengan tema Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera bagi bumi, maka jadikanlah Kalbar menjadi Provisi Tertoleran di Indonesia, selama ini Singkawang merupakan kota Tertoleran se-Indonesia, mari kita sama-sama wujudkan Kalbar Provinsi Tertoleransi se-Indonesia,” pungkasnya. (arf)
Editor : A'an