PONTIANAK – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Pontianak R. Muhamad Nasir mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap daerah-daerah dataran rendah.
Potensi pasang tertinggi hingga 1,8 meter dari prediksi prakiraan cuaca tak menutup kemungkinan bisa menimbulkan banjir yang bisa datang setiap saat.
"Dari prakiraan cuaca, pasang tertinggi bisa mencapai 1,8 meter pada 12 dan 13 Januari ini dimulai pada pukul delapan pagi hingga sepuluh pagi," kata Nasir kepada Pontianak Post, Sabtu (13/1).
BPBD pun meningkatkan kewaspadaan terhadap pasang surut sungai ini dengan pantauan di daerah rendah. Pantauan mereka seperti pinggiran sungai yang bakalan tergenang kalau itu terjadi.
Titik rawan itu, digambarkan dia terdapat di Parit Bentasan dan Selat Panjang, Kecamatan Pontianak Utara. Harapan dia, selama air pasang ini terjadi, waktunya tak besertaan dengan hujan berintensitas tinggi.
“Jika demikian yang terjadi, dipastikan akan membuat volume air menjadi meluber ke dataran yang rendah,” kata dia.
Untuk daerah di Kecamatan Pontianak Barat, dikhawatirkan dia, terdapat beberapa daerah rawan tergenang. Dia memisalkan Pemukiman KPLP, salah satunya. Sedangkan di Kecamatan Pontianak Kota, menurut dia, justru relatif aman sama dengan Kecamatan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara.
"Meski demikian ada beberapa permukiman yang tergenang saat banjir rob terjadi. Ini memang fenomena tahunan," ungkapnya.
Pihaknya juga melakukan langkah mitigasi bencana banjir rob. Koordinasi dengan Lurah, Camat, dan Dinas Sosial sudah mereka lakukan. Tujuannya agar ketika kejadian tak diinginkan datang, petugas mereka langsung mendapatkan kabar, sehingga dalam penanganannya bisa cepat.
Kalau sejauh ini, pantauan mereka, air pasang tersebut juga cepat surut. Hal tersebut, menurut dia, terjadi karena saat pasang tiba tidak disertai hujan deras.
Sejauh ini fungsi drainase di tepian sungai, diakui dia, juga berjalan dengan baik. Hanya saja drainase permukiman yang jauh dari sungai, menurut dia, memang perlu pemeliharaan rutin.
“Karena saat air surut kesemua air itu akan melewati drainase. Oleh sebab itu keberfungsian drainase mesti baik,” kata dia.
Kepada masyarakat di dataran rendah juga diminta dia untuk waspada. Dia khawatir saat air pasang, hewan-hewan melata seperti ular dan biawak masuk ke dalam rumah.
"Kami siap siaga dan petugas standby 24 jam. Di sini juga dibagi sift-nya. Ini dilakukan agar ketika menerima laporan kejadian respons kami bisa cepat," katanya. (iza)
Editor : A'an