Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kinerja Bank Kalbar Makin Kinclong, Sumbang 92 Persen Laba BUMD Kalbar

Salman Busrah • Senin, 22 Januari 2024 | 10:20 WIB

LAYANAN : Selama Idulfitri 2023, Bank Kalbar siap melayani kebutuhan transaksi nasabah. Termasuk tetap membuka pelayanan di Kantor Kas Ayani Mega Mall. BANK KALBAR FOR PONTIANAK POST
LAYANAN : Selama Idulfitri 2023, Bank Kalbar siap melayani kebutuhan transaksi nasabah. Termasuk tetap membuka pelayanan di Kantor Kas Ayani Mega Mall. BANK KALBAR FOR PONTIANAK POST

Pengelolaan bank pembangunan daerah (BPD) semakin baik dibanding pengelolaan badan usaha milik daerah (BUMD) lain. BPD terus mencatat kinerja keuangan yang sangat baik dan menjadi kontributor utama bagi BUMD baik dari sisi kekayaan, laba, maupun sumbangan pendapatan asli daerah.

Bank Kalbar merupakan bank dengan kontribusi terbesar dengan kinerja keuangan tiga tahun terakhir yang makin kinclong. Hasil Biro Riset Infobank per September 2023, aset BPD mencapai Rp956,45 triliun memberi kontribusi 95% terhadap besaran aset BUMD yang sekitar Rp1.000 triliun.

BPD juga menjadi menjadi mesin pencetak untung BUMD. Laba BUMD di setiap provinsi umumnya disumbang oleh BPD,  kecuali Bank Banten yang merugi sejak 2014 hingga 2022. Ambil contoh Bank BJB yang mencetak laba Rp2,24 triliun pada 2022, atau menyumbang 84% dari total laba 88 BUMD di seluruh Jawa Barat yang sebesar Rp2,66 triliun.

Begitu juga Bank DKI yang mencetak laba Rp1,83 triliun, alias menyumbang 81% dari laba 13 BUMD di Provinsi DKI Jakarta yang sebesar Rp2,25 triliun. Bahkan, laba Bank Kalbar yang sebesar Rp424,42 miliar berkontribusi 92% dari total laba 20 BUMD di seluruh Kalimantan Barat yang sebesar Rp457,98 miliar.

Dibandingkan kontribusi Bank Kaltimtara yang kontribusi labanya terhadap seluruh laba BUMD-nya yang hanya 79%, kontribusi laba Bank Kalbar jauh lebih besar.

Sementara menurut catatan Biro Riset Infobank, kinerja keuangan Bank Kalbar selama tiga tahun terakhir ini mencatat kinerja yang Per Desember 2023, BPD yang dipimpin oleh Rokidi ini kembali mencetak kinerja yang gemilang. Bank yang sahamnya dikuasai pemerintah Provinsi Kalbar ini mencetak pertumbuhan laba sebesar 9,20% menjadi Rp463,96 miliar.

Bahkan, jika dibandingkan tahun 2021 lalu, pencapaian laba Bank Kalbar terus tumbuh. Tahun 2021 laba Bank Kalbar mencapai Rp392,62 miliar. Hal yang menggembirakan juga terjadi pada efisiensi, seperti rasio biaya operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) dari 70,40% (2021) menjadi 67,99%.

”Bank Kalbar berhasil meraih laba dengan terus mempertahankan pendapatan operasional, karena mampu melakukan efisiensi, yang terlihat dari rasio biaya operasional dengan pendapatan operasional yang terus menurun,” kata Eko B. Supriyanto, Direktur Biro Riset InfoBank.

Tidak hanya kontribusi laba. Bank Kalbar juga berhasil menjalankan perannya sebagai agen pembangunan daerah Kalbar melalui pengelolaan dana pemerintah daerah serta penyaluran kredit kepada masyarakat termasuk untuk mendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kredit yang disalurkan Bank Kalbar hingga akhir 2023 sebesar Rp15,57 triliun, atau lebih besar dari posisi kredit per 2022 yang sebesar Rp14,46 triliun.

”Fungsi intermediasi Bank Kalbar berjalan dengan baik, sehingga peran mendorong pertumbuhan ekonomi juga makin besar jika melihat angka-angka pertumbuhann kredit, khususnya ke UMKM,” kata Eko B. Supriyanto

Hal yang sama juga terjadi pada peningkatan Dana Pihak Ketiga yang kini menjadi Rp18,97 triliun dari sebelumnya tahun 2022 yang sebesar Rp17,54 triliun. Menurut data tampak ada peningkatan tabungan sekitar Rp300 miliar dalam setahun dan tentu deposito.”Basis tabungan Bank Kalbar makin membesar, dan itu bisa dilihat pertumbuhan tabungan,” lanjut Eko.

Menurut ekonom Ryan Kiryanto, kinerja banyak BPD yang sustainable tidak lepas dari pengelolaannya yang profesional dan prudent oleh para direksi yang memimpin.

“Contohnya Bank Kalbar yang saat lihat secara statistik sangat cepat di kelasnya. Selain sumbangannya terhadap pendapatan daerahnya, yang lebih penting adalah perannya dalam pembangunan ekonomi daerah, terutama pemberdayaan UMKM yang menyerap banyak tenaga kerja,” ketika diminta menanggapi release dari Biro Riset InfoBank.

 

Menurut Ryan Kiryanto, Ekonomi Senior ini menjelaskan lebih jaug, bahwa bank yang dikelola secara profesional dengan tetap menjaga keberlangsungan kinerja, tidak hanya berperan pada peningkatan dana pihak ketiga.

”Itu artinya, Bank Kalbar makin dipercaya masyarakat. Bank Kalbar boleh jadi sudah bisa disebut menjadi tuan rumah di daerahnya,” kata Ryan Kiryanto.

Menurut Ryan Kiryanto, terbukti dengan prinsip-prinsip pengelolaan bank yang sehat, dengan memperhatikan pencapaian kinerja, peran dan kontribusinya, menurut Ryan perlu diapresiasi. “Sebab, tidak mudah mempertahankan kinerja bank yang makin hari penuh persaingan, tidak hanya persaingan antarbank, tapi juga dengan fintech. Faktanya, kinerja Bank Kalbar makin hari makin baik dan berkelanjutan, manajemen dan seluruh jajaran karyawan ini patut diapresiasi, tidak mudah mempertahankan selama tiga tahun terakhir ini,” kata Ryan Kiryanto lebih lanjut.(r/)

Editor : Salman Busrah
#kalbar #bank Kalbar