Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Atasi Perubahan Iklim KLHK Ajak Masyarakat Tanam Pohon

A'an • Rabu, 7 Februari 2024 | 19:50 WIB
Siswq SMP Negeri 29 Pontianak antusias mengikuti kegiatan menanam pohon yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam rangka memperingati hari Lahan Basah Sedunia.
Siswq SMP Negeri 29 Pontianak antusias mengikuti kegiatan menanam pohon yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam rangka memperingati hari Lahan Basah Sedunia.

PONTIANAK - Memperingati Hari Lahan Basah Sedunia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan penanaman pohon secara serentak se Indonesia, salah satunya di Kalimantan Barat.

Di sini, penaman pohon dilakukan di lahan basah di lingkungan SMP Negeri 29 Pontianak, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara.

Setidaknya ada 1.200 pohon yang ditanam, diantaranya jenis Bintangor, Matoa, Cempedak, Nangka, Ketapang Kencana, Jambu kristal, Jambu air, Pulai, Jelutung, Pucuk merah, Kopi, Durian, dan Jengkol. Bibit-bibit tanaman itu berasal dari Persemaian Permanen BPDAS Kapuas.

Penanaman dipimpin langsung oleh Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) KLHK Agus Justianto.

Siswa SMP N 29 Pontianak antusias mengikuti penanaman pohon serentak se Indonesia dalam rangka menperingati hari lahan basah seduania di Batulayang, Pontianak Utara, Rabu (7/2).
Siswa SMP N 29 Pontianak antusias mengikuti penanaman pohon serentak se Indonesia dalam rangka menperingati hari lahan basah seduania di Batulayang, Pontianak Utara, Rabu (7/2).

Dalam kesempatan itu , Agus menjelaskan bahwa penanaman pohon serentak ini merupakan upaya konkret dan strategis dalam mengatasi triple planetary crisis yaitu, perubahan iklim, polusi dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati. Ketiganya saling terkait dan sangat mendesak untuk diatasi.

“Penting bagi kita untuk terus melakukan pelestarian alam mulai dari menanam pohon hingga merawatnya agar tetap tumbuh subur dan produktif menjaga keseimbangan ekosistem.

Upaya tersebut perlu dilakukan oleh kita semua, mengingat manusia memiliki posisi penting sebagai garda terdepan untuk melindungi keseimbangan ekosistem,” jelas Agus Justianto seraya mengajak untuk meningkatkan kerjasama dan solidaritas dalam menjaga lingkungan.

KLHK Bersama masayarakat melakukan penanaman pohon dalam rangka memperingati hari lahan basah sedunia di lingkungan SMP N 29 Pontianak, Batulayang, Pontianak Utara.
KLHK Bersama masayarakat melakukan penanaman pohon dalam rangka memperingati hari lahan basah sedunia di lingkungan SMP N 29 Pontianak, Batulayang, Pontianak Utara.

Kemudian, Agus mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkomitmen untuk mengurangi emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Selain itu juga menjadi catatan bahwa bulan Februari ini kita memperingati hari lahan basah dan untuk itu antara lain KLHK juga menanam di areal lahan basah seperti mangrove.

Lebih lanjut, Agus Justianto menyampaikan aksi penanaman pohon merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam pengurangan risiko bencana dan pengendalian perubahan iklim.

Sebagai upaya menjaga bumi dari pemanasan Global yang sudah menjadi ancaman nyata, dan perlu diantisipasi bersama.

Kepedulian dan kecintaan bersama dalam menjaga dan merawat lingkungan bisa diwujudkan dengan aksi nyata menanam pohon.

Selanjutnya, Pj Gubernur Kalimantan Barat Harisson menyampaikan Pemerintah Kalimantan Barat sendiri juga sangat berkomitmen dalam upaya pelestarian lahan basah khususnya pada lahan gambut dan mangrove.    

Kawasan mangrove Kalimantan Barat sendiri memiliki keunikan khusus yaitu memiliki 2 spesies mangrove yang tergolong langka yakni, Bruguiera Hainesii dan Kandelia candle.

“Untuk jenis Bruguiera Hainesii sendiri jumlahnya tidak lebih dari 300 pohon di dunia, tentunya ini patut kita jaga bersama,” ujarnya.
 
Penanaman Pohon Serentak di Provinsi Kalimantan Barat turut dihadiri oleh 400 peserta terdiri dari lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Daerah dan UPT. Termasuk siswa SMP N 29 Pontianak.

Sementara itu Balai Pengelokaan Daerah Sungai Kapuas (BPDAS) Kapuas Remran mengatakan, penanaman pohon serentak di Kalbar sendiri sudah dilakukan tiga kali, sejak tanggal 30 Desember 2023.

“Ini sudah ketiga kalinya dan akan berlanjut hingga April 2024 mendatang,” kata Remran.

Terpisah, Ketua Pokja Restorasi Gambut Wilayah Kalimantan dan Papua Jany Tri Raharjo mengatakan, ekosistem lahan basah gambut dan mangrove di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia, dengan ekosistem gambut seluas 13,9 juta hektar dan mangrove seluas 3,36 juta hektar.

Kedua ekosistem ini memiliki peran penting dengan memberikan berbagai manfaat nilai instrik dan fungsi kehidupan seperti penyimpan cadangan karbon, perlindungan dari bencana, habitat untuk biodiversitas, hingga pemenuhan kebutuhan manusia yang bernilai ekonomi serta eco-tourism.

Baca Juga: Mantan Pengawal Gubernur Siap Kawal Perubahan Warga Sungai Kakap
 
Tema hari lahan basah sedunia ini sejalan dengan visi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) untuk memulihkan gambut, menghijaukan mangrove, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangka perayaan hari lahan basah sedunia, BRGM mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam aksi penanaman pohon serentak di ekosistem gambut dan mangrove pada tanggal 7 Februari 2024.

Kalimantan Barat merupakan salah satu dari 13 provinsi yang menjadi lokasi penanaman pohon serentak pada peringatan hari lahan basah sedunia.

Restorasi gambut di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat telah berlangsung sejak tahun 2017.

Sejak tahun 2017 hingga kini, di Provinsi Kalbar secara keseluruhan telah melaksanakan kegiatan rewetting atau pembasahan kembali seluas 290.112 Ha, (data capaian 2021-2023) revegetasi seluas 200 ha dan revitalisasi mata pencaharian masyarakat sebanyak 219 paket. Target restorasi gambut tahun ini seluas 21.808,32 ha. (arf)

Editor : A'an
#kalimantan barat #Perubahan Iklim #pontianak #penanaman pohon #KLHK