PONTIANAK - Penjabat Pj Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat Windy Prihastari menekankan pentingnya peran istri dalam membangun keluarga jadi kunci mencegah stunting.
Windy menekankan pentingnya upaya bersama untuk menjaga kesehatan keluarga dalam masyarakat agar menjadi keluarga yang sehat, dan berkualitas.
Hal ini juga berkaitan dengan mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas tahun 2045.
Windy berpesan kepada para ibu di Kalbar, agar mampu mengatur pola asuh, dan pola didik anak, serta keluarga. Wanita ketika sudah siap menjadi seorang ibu, menurutnya pasti juga harus siap untuk mendidik, dan mempersiapkan generasi muda ke depan.
“Termasuk ketika menjadi seorang ibu yang memiliki karir, maka peran di dalam rumah tangga tetap harus diprioritaskan. Baik hal-hal yang berkaitan dengan pola asuh, dan pola didik anak, serta keluarga,” ujar Windy.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat Pintauli Romangasi Siregar, menjelaskan ada beberapa target terkait program Ketahanan Keluarga , yang di dalamnya banyak menyentuh masyarakat.
Diantaranya, terkait target capaian untuk Promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK yang menyasar pada 79.898 keluarga di 14 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat.
“Jadi kita punya tanggung jawab tentang pengasuhan (parenting) terhadap balita dan anak yang menjadi modal utama bagi orang tua.
Hal ini tentu menjadi perhatian penting bagi kita semua. Apabila terdapat kesalahan dalam pola pengasuhan sejak dini, maka akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak di kemudian hari dan pada tahap-tahap tumbuh kembangnya,” ujarnya.
Untuk itu, dikatakannya orang tua perlu diberi pemahaman bagaimana menjadi orang tua hebat yang mampu mendidik anak-anaknya menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter.
Maka dari itu, BKKBN Provinsi Kalimantan Barat menggelar Rapat Koordinasi Teknis Program Ketahanan Keluarga tahun 2024, di Hotel Ibis Pontianak, pada 18-19 Februari 2024.
Selanjutnya, dalam upaya meningkatkan edukasi dan pemahaman kepada orang tua dan keluarga yang memiliki ibu hamil dan baduta. Maka dilakukan penyelenggaran kelas pengasuhan di kelompok BKB, yang selaras dengan amanat Peraturan Presiden No 72 Tahun 2021.
Dan untuk mendukung hal tersebut maka telah disediakan media BKB Kit Stunting yang dapat dijadikan sebagai media pendukung.
“Jadi memang perlunya pemahaman bagaimana pemanfaatan BKB Kit Stunting bagi pengelola Pro PN membantu mendukung tercapainya target 79.898 keluarga yang terpapar Promosi dan KIE Pengasuhan 1000 HPK,”ujarnya.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah juga telah menyiapkan dukungan anggaran melalui DAK Non Fisik Sub Bidang KB atau BOKB pada menu operasional penurunan stunting lebih kurang sebesar Rp 37.8 Miliar pada tahun 2024 untuk Provinsi Kalimantan Barat.
Lalu, sebagai Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga, Suci Anggraini menjelaskan banyak kegiatan kedepannya yang bisa dilaksanakan bersama oleh Mitra BKKBN Kalbar terkait Program Ketahanan Keluarga.
“Lewat kegiatan ini, kita akan diskusi dan menyamakan persepsi, setelah itu baru akan melakukan aksi nyata untuk turun ke lapangan,” pungkasnya.(iza)
Editor : A'an