PONTIANAK - Penjualan daging ayam segar di pasar tradisional Flamboyan mengalami peningkatan dua hari terakhir.
Meski demikian tidak terdapat kenaikan untuk komoditi daging ayam.
“Tidak ada kenaikan untuk harga daging ayam jelang puasa ini. Harganya sama seperti hari biasa, sekilonya Rp 29 ribu. Untuk stok juga tercukupi,” ujar Andi, pedagang daging ayam segar di Pasar Flamboyan kepada Pontianak Post, Senin (11/3).
Peningkatan penjualan daging ayam segar sudah terjadi sejak dua hari jelang puasa.
Jika penjualan di hari normal bisa menghabiskan dua ratus potong ayam, jelang puasa ini penjualan daging ayam segar bisa mencapai lima ratus potong.
“Kemarin malah laku enam ratus potong,” ujarnya.
Ia memastikan kebutuhan stok daging ayam segar di bulan puasa tercukupi.
Masyarakat juga jangan khawatir tidak kedapatan ayam segar.
Bambang, pembeli yang berbelanja di Pasar Flamboyan mengatakan, daging ayam segar dibeli untuk hidangan pelengkap pada puasa hari pertama.
Menurut dia, harga masih normal. Tidak sampai Rp30 ribu. Ia membeli secukupnya.
Sebab untuk menyambut puasa semampunya saja. Tidak berlebihan. Karena biaya kebutuhan hidup saat ini cukup tinggi.
Seperti bahan baku utama, beras kini harganya melambung tinggi.
Jika ke depan harganya tak lagi turun, pastinya akan memberatkan beban hidup masyarakat. Apalagi baginya yang kerja serabutan.
Hal senada dikatakan Ian. “Menyambut puasa ini saya beli kebutuhan pokok seadanya saja. Sekarang apa-apa mahal. Kita sambut bulan puasa ini dengan sederhana dan tidak berlebihan,” ujarnya.
Ia berharap kenaikan beberapa harga bahan pangan juga berimbas pada naiknya pendapatan pekerja.
Jika harga bahan pokok naik namun tidak berbarengan dengan peningkatan upah kerja, masyarakat kecil main tercekik.
Ia khawatir kondisi ini juga berimbas pada keluarga yang penghasilannya menengah ke bawah dan menengah.
Bila kesemuanya naik, pendapatan tak naik, bukan tak mungkin keluarga dengan penghasilan menengah dan menengah ke bawah bisa terjerembab pada jurang kemiskinan.
“Makanya di puasa kali ini, kita sambut dengan seadanya dan sederhana. Beli barang secukupnya,” katanya.(iza)
Editor : Syahriani Siregar