PONTIANAK - Sejumlah persiapan telah dimatangkan dalam menyambut kunjungan kerja (kunker) Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Seperti diketahui, Presiden Jokowi bakal melaksanakan kunker di Kalbar dengan berbagai agenda kegiatan mulai hari ini, Rabu (20/3) hingga besok, Kamis (21/3).
Salah satu kegiatan kepala negara di daerah ini yaitu meninjau program BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Kota Pontianak, pada Kamis (21/3).
Untuk itu, Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Harisson turun langsung memastikan kesiapan RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA), Selasa (19/3).
Pj Gubernur Harisson meninjau satu per satu layanan yang dimiliki RSUD SSMA Kota Pontianak. Hal yang menjadi perhatian orang nomor satu di Kalbar itu adalah pelayanan program BPJS Kesehatan di rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tersebut.
Harisson memastikan pelayanan program BPJS Kesehatan di RSUD SSMA sudah berjalan baik. Apalagi, 95 persen dari total pasien di rumah sakit tipe c itu merupakan pasien BPJS Kesehatan. Per hari rumah sakit tersebut bisa melayani sekitar 625 pasien BPJS Kesehatan.
“Saya sudah melihat pelayanan BPJS RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie ini. Saya pikir sudah cukup baik. Sekitar 95 persen pasien rumah sakit ini merupakan pasien program BPJS Kesehatan,” ungkap Harisson usai peninjauan.
Menurutnya, meski berstatus rumah sakit tipe c, RSUD SSMA telah memiliki sejumlah layanan unggulan. Di sana ada pelayanan pemeriksaan USG jantung atau ekokardiografi, dan treadmill untuk menguji sumbatan pembuluh darah jantung atau tidak. Ada pula diagnosis aritmia.
“Rumah sakit ini juga akan mendapatkan bantuan kateterisasi jantung (cath lab) yang ruangannya telah siap. Hanya tinggal alatnya (masih) berproses,” katanya.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar itu berharap RSUD SSMA dapat terus memacu peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
“Ini rumah sakit tipe c, jadi kasus-kasus yang tidak bisa ditanggulangi oleh puskesmas atau klinik pratama maka pasiennya akan dirujuk ke sini. Saya harapkan RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie ini terus meningkatkan mutu pelayanan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, RSUD SSMA Kota Pontianak kini telah menyediakan layanan kesehatan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU).
Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah RSUD SSMA Aditya Pradhana mengungkapkan, rumah sakit tersebut sudah menjadi satu di antara jejaring kardiovaskular dengan strata madya.
Jadi, rumah sakit ini sudah bisa melakukan pelayanan kardiovaskular yang komprehensif, mulai dari penegakan diagnosis sampai dengan terapi intervensi.
“Saat ini yang sudah bisa kami lakukan adalah pemeriksaan USG jantung atau ekokardiografi. Kami juga bisa melakukan treadmill untuk menguji apakah ada sumbatan pembuluh darah jantung atau tidak, hingga diagnosis aritmia,” ungkapnya.
Selain penanganan pasien penyakit jantung, Aditya juga membagikan tips yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit jantung.
Pertama dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga dengan teratur. Kedua, berhenti merokok. Ketiga, menghindari makanan yang berlemak dan memperbanyak makanan yang mengandung serat. Yang terakhir, menjaga berat tubuh agar tidak obesitas.
“Saat ini penyebab utamanya penyakit jantung adalah pola hidup yang salah. Bukannya aktivitas yang banyak, kita malah kurang gerak.
Kemudian dalam mengonsumsi makanan, bukan yang tinggi seratnya, malah mengonsumsi yang tinggi lemak atau kolesterol,” jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar mulai melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ada atau di RSUD SSMA.
Hal tersebut dinilai penting dilakukan sebagai langkah pencegahan. Dengan melakukan medical check up rutin maka kondisi kesehatan bisa terpantau dengan baik.
"Sebaiknya kita memang harus mulai melakukan medical check up. Kalau perempuan itu sebaiknya melakukan medical check up ketika usia sudah di atas 55 tahun ataupun ketika mulai menopause.
Sedangkan laki-laki sebaiknya di atas 45 tahun untuk mengecek bagaimana kadar kolesterol sampai dengan pemeriksaan lanjutan baik rontgen maupun treadmill,” terangnya.(bar)
Editor : A'an