PONTIANAK - Politeknik Negeri Pontianak menggelar Kelas Inspirasi Modul Nusantara sebagai bagian dari Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Angkatan 4 di Istana Kadriah Kesultanan Pontianak, Sabtu (23/3).
Di kelas perdana ini, 55 mahasiswa dari Aceh sampai Surabaya ini mendapatkan pengetahuan dan wawasan dari Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie tentang sejarah singkat Kesultanan Kadriah Pontianak.
Turut hadir mewakili manajemen pada kegiatan tersebut, Ketua Senat Akademik Politeknik Negeri pontianak Prof. Dr.Ir. Hj.Nurmala, MM.
Sultan juga berbagi cerita tentang hubungan kekerabatan dengan kerajaan-kerajaan lainnya yang ada di Kalimantan Barat yang menurutnya banyak terjadi karena hubungan perkawinan.
Mahasiswa juga mendapatkan pengetahuan tentang kiprah Sultan Hamid II sebagai Perancang Lambang Negara “Elang Rajawali – Garuda Pancasila”.
Sultan Machmud Melvin berharap dari kelas inspirasi ini, mahasiswa mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan baru untuk dibawa pulang ke kampung halaman.
"Mereka bisa ikut memperkenalkan khasanah budaya di Kalimantan Barat, salah satunya tentang Kesultanan Pontianak," ucapnya.
Sultan mengapresiasi program ini yang menurutnya sangat positif untuk menunjang pengetahuan dan wawasan mahasiswa dalam memahami keberagaman yang ada di Indonesia.
"Saya sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Belum lama ini kami juga menerima kunjungan mahasiswa dari Qatar," jelasnya.
Yudithya Ratih Koordinator Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan 4 Wilayah Kalbar ini mengatakan program ini tidak hanya tentang pendidikan formal, tetapi juga tentang memperkenalkan dan memahami keberagaman budaya Nusantara, dengan harapan mahasiswa dapat menjadi duta budaya yang memperkaya pengetahuan masyarakat tentang warisan budaya di Indonesia. Selain itu, mahasiswa memahami tentang kolaborasi harmoni antar etnis yang ada di Kalbar.
"Supaya adik adik mahasiswa bisa belajar bahwa dengan keberagaman ini bukan berpecah justru berkolaborasi," paparnya.
Selain Sultan, akan ada tokoh-tokoh inspiratif lainnya sehingga wawasan mahasiswa ini semakin luas. Setidaknya ada 16 kelas yang didapat mahasiswa selama satu semester berada di Kampus Politeknik Negeri Pontianak. Selain kelas inspirasi, ada juga kelas refleksi dimana mahasiswa merefleksikan diri dari apa yang telah mereka pelajari. Ada juga kelas kebhinekaan, serta kelas kontribusi sosial.
"Di kelas kontribusi sosial ini, mahasiswa menanam bakau, dan pohon di eks kebakaran hutan dan kegiatan lainnya," jelasnya.
Wahid Fadhil Syawal, Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Sulawesi Selatan gembira bisa bergabung dalam program ini. Selain bisa menambah teman dari berbagai daerah di Indonesia, program ini membawanya mengenal khasanah budaya Kalimantan Barat serta kearifan lokal yang ada. Menurutnya selama tiga minggu berada di Pontianak, ada tiga kultur syok yang dialami.
"Dari segi cuaca yang panas dibanding daerah lain, dari segi makanan lebih manis dibanding tempat saya di Makasar, kemudian adaptasi perbedaan waktu Indonesia Tengah dan Barat," jelasnya.
Fadhil dan kawan-kawan memanfaatkan kesempatan dalam kelas inspirasi untuk menggali sebanyak-banyaknya pengetahuan dari para tokoh. Mereka juga gembira bisa berbuka puasa dengan hidangan saprahan dan mencicipi menu ala Istana Kadriah Kesultanan Pontianak. (mrd)
Editor : A'an