Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Syarif Abdullah: Perlakuan Penerbangan Tak Fair ke Konsumen

A'an • Minggu, 7 April 2024 | 15:54 WIB
Syarif Abdullah Alkadrie, anggota Komisi V DPR RI.
Syarif Abdullah Alkadrie, anggota Komisi V DPR RI.

Rapat Komisi V dengan Kemenhub dan Pimpinan Airline di Jakarta.

PONTIANAK - Syarif Abdullah Alkadrie, anggota Komisi V DPR RI melontarkan kritikan sekaligus masukan kepada maskapai-maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia. Alasannya, seringkali konsumen selaku pemakai jasa penerbangan diberlakukan tidak fair, terkait aturan pelayanan penerbangan.

"Mohon dipatuhi berkaitan dengan ketentuan atau aturan maskapai penerbangan. Saya sendiri selaku pemakai jasa penerbangan sering menerima perlakuan tidak fair," kata Ami Dollah sapaan karibnya di sela-sela rapat dengan Kementriaan Perhubungan RI dan sejumlah pimpinan maskapai penerbangan di Ruang Komisi V DPR RI, Jakarta.

Dihadapan Kemenhub, Ami Dollah mengingatkan kepada maskapai-maskapai penerbangan supaya berlaku fair terkait aturan penerbangan.Selaku pemakai jasa penerbangan seperti Citilink dan Batik, dirinya sering menerima perlakuan tidak fair,
Misalnya, cerita Ami Dollah, ketika dia memakai penerbangan dengan citilink, tetapi berakhir delay (terlambat) hingga 3 jam lamanya.

Padahal, dia sudah memiliki jadwal terkait tugas negara. "Terpaksa saya beralih ke pesawat lain dan membatalkan. Tetapi anehnya tetap dikenakan biaya administrasi cukup tinggi," ujarnya.

"Padahal bukan salah penumpang. Harusnya maskapai yang membayar denda ke konsumen selaku pemakai jasa penerbangan," timpal dia.

Lebih lanjut diceritakannya beberapa hari sebelumnya, ketika melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau. Karena dekat rumah, dirinya memilih memakai jasa citylink.

Namun kenyataannya, ternyata harus berangkat dengan delay sampai 3 jam lamanya. Padahal dirinya ingin mempercepat karena ada kegiatan dan tugas negara.

"Namun lagi-lagi, minta refund dana (pengembalian) untuk pindah ke pesawat lain dikenakan maskapai dengan biaya tinggi. Padahal yang bermasalah delay yakni dari maskapainya bukan konsumennya," kata dia di hadapan pimpinan maskapai penerbangan dengan nada sedikit protes.

Pengalaman lain diceritakan Ketua Nasdem Kalbar ini adalah ketika terbang dengan Batik Air. Jadwal penerbangannya jam 15.00 Wib, ternyata dimajukan menjadi lebih awal pukul 11.00 Wib. Jelas saja sebagai pemakai jasa yang sudah memesan di waktu sore hari, menjadi kelabakan. Namun, anehnya tidak mau berangkat awal, tiket dirinya dan kolega tetap dipotong administrasi.

"Kan begini-begini tak fair namanya. Kita (konsumen) terlambat tiket hangus. Tetapi maskapai memajukan jadwal, tetapi konsumen lagi dipotong biaya administrasi," ujarnya.

Ami Dollah melanjutkan berkaitan dengan problematika tersebut, dia pun langsung menyampaikan keluhannya kepada Kemenhub RI dan pimpinan maskapai penerbangan.

Hal-hal begini, lanjutnya, tidak boleh terjadi jika ingin menjadikan transportasi udara Indonesia, dikenal karena disiplin dan mengikuti aturan main.

"Harus dikoreksi pak Mentri dan para pimpinan maskapai penerbangan," pungkas dia.(den)

Editor : A'an
#rapat #syarif abdullah alkadrie #maskapai #pontianak #komisi v dpr ri #Kalbar Masuk Zona B