Turnamen olahraga billiar tersebut, tak hanya diikuti para atlet dari dalam negeri, tapi juga dari beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina.
Bari dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen internasional yang diadakan di Kalbar, dan dihadiri peserta dari beberapa negara tersebut.
"Saya mengapresiasi atas terselenggaranya event ini, selamat datang di Kalbar semoga betah, dan dapat membawa isu-isu positif saat kembali ke negaranya masing-masing," ungkapnya.
Bari menilai di masa sekarang ini olahraga biliar telah cukup mengalami pergeseran paradigma ke arah yang positif.
Jika sebelumnya biliar identik dengan hal-hal yang dianggap kurang baik misalnya perjudian, kini olahraga tersebut, telah mampu menunjukkan sebagai olahraga prestasi. Terbukti dengan semakin rutinnya event-event biliar digelar.
“Sekarang olahraga biliar adalah olahraga prestasi bukan lagi olahraga seperti masa lalu. Biliar ini telah mengalami pergeseran paradigma, dulu biliar ini identik dengan judi, tapi sekarang kita sepakat bahwa biliar adalah olahraga prestasi, yang dulunya dinilai negatif sekarang menjadi positif," tegasnya.
Bari menilai, biliar merupakan olahraga yang tidak bisa dimainkan sembarangan. Yang mana, pemain biliar membutuhkan konsentrasi, perhitungan, dan akurasi saat memukul bola.
"Biliar ini sebenarnya permainan orang pintar, karena ada target yang harus dibidik untuk memasukan bola.
Filosofinya jika hitungan matematikanya tidak benar maka bola yang menjadi target tidak kena," ucapnya. (bar/r)
Editor : A'an