Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Golkar mulai survei Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar

A'an • Jumat, 10 Mei 2024 | 19:02 WIB
Anggota DPRD Kalbar, Heri Mustamin.
Anggota DPRD Kalbar, Heri Mustamin.

PONTIANAK - Survei ke Lembaga kredibel dan terpercaya bakalan menjadi tolak ukur, dalam mengusung para bakal Calon Gubernur, Wakil Gubernur, Walikota, Wakil Walikota dan Bupati hingga Wakil Bupati di Kalimantan Barat. Maka dari itu, Beringin Kalbar sudah mulai melakukan proses survei kepada bakal calon Kepala Daerah yang sudah mendaftar belum lama ini.

Untuk Pilgub Kalbar sendiri setidaknya, beberapa nama tokoh besar baik sebagai bakal calon Gubernur Kalbar atau Wakil Gubernur Kalbar sudah mulai dipetakan proses survei.

Mereka adalah yang sudah mendaftar ke Partai Golkar Kalbar. Ada nama Gubernur Kalbar 2018-2023, Sutarmidji, Wakil Gubernur Kalbar 2018-2023, Ria Norsan, Muda, Ketua DPD PDI Perjuangan Lasarus, Ketua DPD Golkar Kalbar, Maman Abdurahman, Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur, Bupati Ketapang 2 periode Martin Rantan, anggota DPR RI, Adrianus Asia Sidot, Rubaeti Erlita, Jakius Sinyor dengan Henoch Thomas.

Heri Mustamin, Ketua Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah Partai Golkar Kalbar, menyebutkan bahwa proses survei sangat penting dan menjadi tolak ukur Partai Golkar dalam mengeluarkan rekomendasi, siapa nantinya yang bakalan memakai beringin Kalbar.

Dalam proses metodologi proses survei, banyak hal diukur. Seperti popularitas, elektabilitas, kapabilitas dan lain sebagainya. Makanya, Golkar Kalbar sangat selektif menyatakan dukungannya begitu rekomendasi dikeluarkan nantinya.

"Kami (Golkar), sudah membangun komunikasi politik dengan para balon dalam proses survei ini. Apakah, mereka serius maju atau tidak di Pilgub Kalbar nanti. Sebab, ada cost politik yang harus dikeluarkan untuk proses survei ini,” jelasnya.

Terhadap proses survei ini, Heri melanjutkan semuanya bersedia dilakukan proses survei. Sayangnya, hingga kini belum ada kelanjutan atau keseriusan. Beberapa justru sangat serius.

"Kami (Golkar) hanya berharap biaya survei ditanggung renteng masing-masing bakal calon. Ini supaya lebih ringan, murah dan cepat. Partai Golkar Kalbar sendiri jauh-jauh hari sudah menyampaikan ,tidak ada mahar politik untuk pendaftaran atau gratis," pungkasnya.

Ketua Komisi V DPRD Kalbar ini menyebutkan bahwa biaya survei berkisar Rp 300 sampai 325 juta lebih untuk satu kali. Partai Golkar sedikitnya membutuhkan 2-3 kali proses survei di Kalimantan Barat. Kalbar sendiri diketahui memiliki 14 Kabupaten dan Kota.

Lebih jauh dikatakannya bahwa lembaga survei tidak sembarangan. Namun, lembaga survei yang sudah memiliki kredibilitas dan pengalaman di bidangnya masing-masing, selama bertahun-tahun. Terbukti, lembaga dipakai menjadi acuan Beringin Kalbar, dalam menentukan bakal calon kepala daerah yang dipakai. "Makanya, Partai Golkar Kalbar melakukan survei sebagai bagian mekanisme partai," ucapnya.

Di sisi lain, Heri juga menyampaikan untuk nama Ketua DPD Golkar Kalbar, Maman Abdurahman, sudah memberikan pernyataan politiknya pada acara halal bihalal Partai Golkar Kalbar beberapa Waktu lalu. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI tersebut, masih ingin berjuang dan berkiprah mengabdi ke Senayan, Jakarta.

“Seperti yang sudah disampaikan beberapa waktu lalu, beliau (Pak Maman) masih tetap ingin mengabdi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Kalbar di Pusat, Jakarta," pungkasnya.(den)

Editor : A'an
#HERI MUSTAMIN #golkar #kalbar #pilkada 2024 #bacalon