Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Tahapan Pilkada Dimulai, KPU Luncurkan Si Polih

Syahriani Siregar • Sabtu, 18 Mei 2024 | 15:23 WIB

Si Polih.
Si Polih.
PONTIANAK – Komisi Pemilihan Umum Kota Pontianak meluncurkan tahapan pemilihan wali kota yang akan digelar serentak tanggal 27 November 2024, Kamis (16/5) malam di Gedung Pontianak Convention Center.

“Sejatinya peluncuran tanda dimulainya tahapan, tetapi sebenarnya tahapan itu sudah dimulai,” kata Ketua KPU Kota Pontianak David Teguh usai peluncuran tahapan pilwako.

David mengatakan saat peluncuran tahapan pilwako, KPU mengenalkan maskot dan jingle tentang Pilwako.

Maskot pilwako dinamakan Si Polih yang merupakan akronim dari kata Pontianak Memilih.

Penamaan ini memilih makna, pesan dan ajakan yang kuat agar warga Kota Pontianak ikut serta dalam melakukan pemilihan wali kota dan wakil wali kota 2024.

David menjelaskan bentuk Si Polih merupakan bentuk dari Tugu khatulistiwa. Salah satu benda bersejarah yang ada di Kota Pontianak.

Menjadi ciri khas penting kota pontianak yang tepat dilewati 0 derajat garis Khatulistiwa.

“Catatan informasinya ukuran dan sejarah: Empat kayu belian, berwarna hitam pekat, berukuran tengah sekitar 30 cm. Menopang rangkaian lingkaran. Sebuah anak panah berukuran 2,15 m yang menunjukkan arah barat, di bawah anak panah terdapat sebuah plat bertuliskan 1090 20’ OLv Gr, yang menunjukkan letak tugu ini khatulistiwa pada garis bujur timur. Pada lingkaran terluar, pada sisi bagian atas terdapat tulisan Evenaar.  Tugu Khatulistiwa ini, pertama kali dibangun pada tahun 1928 melalui suatu ekspedisi internasional yang bertujuan untuk menentukkan titik atau tonggak garis khatulistiwa di Pontianak,” jelas David.

Lanjut David, sedangkan motif kain corak insang yang dikenakan Si Polih merupakan salah satu warisan budaya yang ada di Kota Pontianak.

Motif kain corak insang memiliki makna filosofi simbol nafas, hidup, dan bergerak. Cerminan kehidupan masyarakat Pontianak dengan Sungai Kapuas.

“Kain tenun corak insang menjadi salah satu identitas warga Pontianak. Demikian juga pemilihan warna kuning dengan hijau pada kain,” tambah David.

Kemudian kata David, untuk simbol paku di tangan kanan Si Polih sebagai tanda untuk mencoblos atau memilih.

Begitu juga tinta di jari sebagai tanda untuk semua warga kota Pontianak menggunakan hak suaranya dalam mensukseskan pemilihan kepala daerah (pilkada).

“Untuk lembar kertas di tangan kiri Si Polih sebagai informasi waktu pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 27 November 2024,” terang David.

David menambahkan maskot yang diluncurkan merupakan pemenang sayembara yang dibuka KPU untuk pesta demokrasi yang digelar lima tahun sekali.

Ada tujuh desain yang diterima KPU Kota Pontianak.

“Sehingga didapatkan maskot untuk pilkada, dan ada ornamen lain. Ini menjadi bahan untuk mensosialisasikan tentang hari pemungutan suara, sebagaimana simbol yang dipegang di tangan kiri Si Polih,” tambah David.

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendorong KPU untuk terus mensosialisasikan tentang pemilihan kepala daerah serentak kepada generasi Z.

Ketua DPC PDIP Kota Pontianak ini hadir dalam launching tahapan pemilukada yang digelar KPU.

“Artinya KPU harus mensosialisasikanke generasi Z, bahwa ada pilkada di Kota Pontianak. Jangan sampai nanti mereka tidak turun menggunakan hak suaranya yang akhirya partisipasi pemilih di Kota Pontianak malam turun,” kata Satarudin.

Satarudin mengatakan sosialisasi yang dilakukan KPU bisa di kelurahan-kelurahan yang ada.

Sasarannya adalah generasi z. Sosialisasi harus sampai agar partisipasi pemilih di Kota Pontianak saat pilwako meningkat. (mse/iza)

Editor : Syahriani Siregar
#pilkada serentak #Si Polih #tugu khatulistiwa #KPU PONTIANAK